Catatan PBB Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

UANG | 19 November 2019 15:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - PBB meluncurkan Global Sustainable Development Report 2019 yang berisikan pandangan akademisi terhadap pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) di seluruh dunia. Laporan tersebut disusun oleh 15 ilmuwan.

"Kita diperintahkan untuk menyusun laporan dari perspektifnya scientist. Kalau sedang pelaksanaan laporannya kan sudah ada voluntary national report," kata Co-Chairs of the Independent Group of Scientists 2019, Endah Murniningtyas, di Hotel Pullman, Jakarta, Selasa (19/11).

"Jadi setiap negara membuat (laporan) sehingga sekjen PBB ingin kalau dari pandangan scientist bagaimana pelaksanaan SDGs," sambungnya.

Dia mengungkapkan, terdapat beberapa catatan dari para ilmuwan yang berkaitan dengan pelaksanaan SDGs. Pertama, dari berbagai laporan para ahli menyatakan setiap negara harus menyiapkan strategi tambahan untuk mencapai SDGs.

"Dengan cara yang seperti sekarang ini kita hanya akan mencapai 5 persen dari target dan goal yang ada. Kalau ada usaha yg lebih besar itu baru akan 10 persen misalnya," ujar dia.

Laporan tersebut juga memberi catatan terkait capaian pelaksanaan SDGs. Terlihat terdapat pertumbuhan di sisi ekonomi dan pilar sosial. Namun sayangnya, tidak demikian jika menilik sisi lingkungan hidup.

"Ini yang kemudian meski kita tumbuh meski kita capai pertumbuhan di pilar ekonomi, beberapa di pilar sosial, tapi di lingkungan kita ternyata opposite direction," ungkapnya.

"Kita mengalami pertumbuhan tinggi tapi kebakaran ada, emisi karbon ada, pemanasan global ada, gampang, kebakaran, banjir dan sebagainya. Permasalahan lingkungan ini kita yang masih ada di arah sebaliknya," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Indonesia Jauh dari Resesi

Ekonomi global saat ini tengah mengalami tren perlambatan. Beberapa negara bahkan sudah mengalami resesi seperti Argentina, Turki bahkan Singapura. Resesi adalah suatu kondisi di mana terjadi pertumbuhan ekonomi yang negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Iskandar Simorangkir, mengungkapkan meski ekonomi global mengalami perlambatan namun pemerintah optimistis Indonesia tidak akan mengalami resesi.

Dia menjelaskan hal itu tercermin dari struktur neraca perdagangan yang pada Oktober mengalami surplus, meski tipis. Namun, jika dilihat secara keseluruhan komposisi ekspor dan impor masih berimbang.

"Kalau dilihat komposisi ekspor impor masih berimbang dan konsumsi rumah tangga masih bisa dipertahankan," kata dia, dalam sebuah acara diskusi bertajuk "Bagaimana Politik Anggaran Menjawab Ancaman Resesi Global", di Kemenkominfo, Jakarta, Jumat (15/11). (mdk/azz)

Baca juga:
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi
Pemerintah Nilai RI Jauh dari Potensi Resesi, Inilah Alasannya
Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan Pastikan Jakarta Jadi Pusat Ekonomi
Transaksi E-Commerce Indonesia Diprediksi Capai Rp913 Triliun di 2022
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,3 %
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Indonesia Mengalami Pelambatan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.