Cegah kekacauan jelang gerbang tol tunai hilang, bank diminta genjot sosialisasi

UANG | 8 September 2017 17:58 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pemerintah akan segera memberlakukan sistem pembayaran tol secara non tunai. Terhitung hingga 31 oktober nanti, gerbang tol milik Jasa Marga di seluruh Indonesia secara bertahap tidak akan melayani lagi pembayaran secara tunai.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menyambut positif kebijakan ini. Namun, dia meminta pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi mental 'injury time'.

"Biasanya kita last minute. Ini bisa menimbulkan chaos. Karena bisa saja terjadi kekurangan kartu atau antre yang terlalu lama di beberapa ruas tol yang melayani pembelian kartu uang elektronik karena masyarakat tidak siap dari jauh-jauh hari," ungkapnya di Kantor Jasa Marga, Jakarta Timur, Jumat (8/9).

Karena itu, menurutnya, pemerintah, khususnya pada perbankan sebagai penyedia kartu-kartu uang elektronik untuk secara gencar melakukan sosialisasi. "Harus dorong masyarakat untuk segera ambil kartu. Mudah-mudahan ini bisa dorong masyarakat ke arah cashless," ujarnya.

Dia pun memandang bahwa kebijakan penerapan pembayaran non-tunai ini harus juga diikuti dengan kebijakan-kebijakan lanjutan yang sifatnya meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

"Ini (kebijakan bayar tol non tunai) langkah yang baik. Ini titik awal untuk lakukan peningkatan pelayanan. Termasuk juga peningkatan pelayanan di rest area. Makin padat dan ada kecenderungan tidak teratur," pungkasnya.

Baca juga:

Daftar gerbang tol tak lagi layani transaksi tunai tahun ini

Akhir September, lima ruas tol baru beroperasi

4 Alasan tak ada pembayaran tunai di jalan tol pada Oktober 2017

Ini progres Tol Cisumdawu pemecah solusi macet di jalur selatan Jabar

2018 Tak ada gerbang tol tunai, Menhub Budi ingatkan agar tidak ada kemacetan

Pembayaran non tunai jalan tol, bos BI minta sosialisasi terus digenjot

8 September, Tol Jagorawi berlakukan sistem satu tarif

(mdk/bim)