Cegah Kerugian Konsumen, OJK Diminta Atur Besaran Bunga Pinjaman Fintech

UANG | 16 November 2018 19:25 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur besaran bunga pinjaman di Financial Technology (fintech). Hal ini untuk meminimalisir kerugian yang dialami konsumen, mengingat pengetahuan masyarakat terhadap fintech masih minim.

"Karena literasi yang rendah, konsumen tereksploitasi bunga dan denda yang tak masuk akal. Jangan sampai fintech menjadi rentenir online," kata dia, saat ditemui, di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (16/11).

Dia mengatakan, hingga saat ini, pengaduan masyarakat terkait fintech menduduki porsi tertinggi dari total aduan yang masuk ke YLKI. Hingga saat ini tercatat lebih dari 200 aduan terkait fintech.

"Yang paling banyak itu adalah fintech. Bisa 40 persen," ujar dia.

Dia pun berharap OJK dapat pula menindak tegas fintech yang terbukti melakukan pelanggaran dan menjalankan praktik bisnis yang merugikan konsumen.

"Kami mendesak OJK untuk melakukan action yang lebih tegas untuk memblokir fintech yang tidak berizin, tapi sudah beroperasi. Kedua, sanksi tegas fintech yang sudah berizin tapi melanggar ketentuan," tandasnya.

Baca juga:
Hingga Hari Ini, YLKI Terima 200 Aduan Terkait Fintech
Menteri Sri Mulyani Ingatkan Perbankan Adaptif Terhadap Inovasi Fintech
Bos Perbanas Sebut Fintech Jadi Tantangan Perbankan di Era Digital
Perbanas Kembali Gelar I8BEX 201, Bahas Eksistensi Fintech di Industri Keuangan
Lokasi Pusat Data Tak Jamin Keamanan dan Perlindungan Data Konsumen

(mdk/azz)