CEO LPKR: Jika Indonesia Ingin Maju, Industri Kesehatan Perlu Dikembangkan

CEO LPKR: Jika Indonesia Ingin Maju, Industri Kesehatan Perlu Dikembangkan
Ceo Lippo Karawaci, John Riady. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
EKONOMI | 14 September 2021 13:01 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan di Indonesia melalui PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO). LPKR merupakan pemegang saham utama SILO dengan kepemilikan 55,4 persen saham per 3 Agustus 2021.

CEO LPKR, John Riady menjelaskan, industri kesehatan merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia, jika Indonesia ingin maju lebih lagi menjadi negara middle income, advance, dan seterusnya.

"Apalagi, perekonomian Indonesia diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi," ujarnya ditulis Selasa (14/9).

John Riady, yang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris SILO, menambahkan bahwa potensi industri kesehatan di dalam negeri untuk berkembang masih sangat tinggi.

"Pada tahun 2019, misalnya, pengeluaran di sektor kesehatan berbanding dengan PDB di Indonesia baru mencakup 3,1 persen. Angka tersebut di bawah Malaysia yang mencapai 3,9 persen, Singapura 4,7 persen, dan China 5,2 persen."

"Kami yakin rasio expenditure kesehatan dari 3,1 persen pelan-pelan akan naik menjadi 4 persen-5 persen seiring dengan peningkatan perekonomian Indonesia. Di sisi lain, suplai ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Indonesia masih minim dengan rasio 1,1 tempat tidur per 1.000 penduduk. Di negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia, rasio tempat tidur rumah sakit per 1.000 penduduk masing-masing mencapai 1,7 kali dan 1,8 kali."

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

ceo lpkr: jika indonesia ingin maju, industri kesehatan perlu dikembangkan

John melanjutkan, pandemi Covid-19 yang sedang dialami juga menunjukkan tingginya kebutuhan akan fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi.

"Kami punya misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia, dan tentunya berkomitmen untuk terus bertumbuh," tegasnya.

Pada Semester I/2021, SILO meraih pendapatan sebesar Rp3,81 triliun, naik 51,7 persen YoY (year on year) dari sebelumnya Rp2,51 triliun pada Semester I/2020, dengan laba bersih mencapai Rp291,54 miliar. SILO memiliki jaringan rumah sakit terbanyak di Indonesia dengan portofolio 40 rumah sakit di 29 kota, dan kapasitas tempat tidur sebanyak 3.726 unit.

(mdk/bim)

Baca juga:
Tumbuh 102,4 Persen, EBITDA LPKR Semester I Capai Rp1,96 T
Siloam Diproyeksi Raup Laba 2021 Rp 622 M dan Pendapatan Rp 8 T, Dorong Kinerja LPKR
Terjadi Lagi di RS Siloam Kupang, Keluarga Bawa Paksa Jenazah Pasien Reaktif Covid-19
Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Dituntut 2 Tahun Penjara
Mulai 22 Juli, Siloam & Meikarta Beri Edukasi Panduan Isoman Lewat Seminar Gratis
SILO Diprediksi Raup Pendapatan Rp8,12 T dan Laba Rp463 M di 2021
BRI Jabarkan Strategi Kembangkan UMKM di UN Compact Leader Summit

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami