CEO McDonald's Kehilangan Rp18,9 Miliar Gara-Gara Pacari Karyawan

UANG | 8 November 2019 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Siapa sangka, memadu kasih dengan rekan kantor bisa berujung pemecatan. Hal itulah yang baru saja dialami CEO McDonald's, Steve Easterbrook. Alasan pemecatan adalah hubungan asmara antara sang mantan CEO dan karyawannya.

Dia diangkat menjadi CEO McDonald's sejak 2015. Sebagai CEO, dia bertanggung jawab mengatur kebijakan untuk puluhan ribu gerai mereka yang tersebar di 38.000 lokasi di lebih dari 100 negara.

Lalu, bos McDonald's harus kehilangan apa dari proses pemecatan ini?

Menurut Business Insider, gaji pokok Steve Easterbrook adalah USD 1,35 juta per tahun atau Rp18,9 miliar (USD 1 = Rp14.010). Namun, jika diakumulasi dengan kepemilikan saham dan pemberian kompensasi insentif, tahun lalu dia membawa pulang total USD 15,9 juta (Rp222,9 miliar).

Usai dipecat, Steve Easterbrook juga mendapatkan pesangon dari McDonald's. Total pesangon itu minimum sejumlah USD 675.000 (Rp9,4 miliar), dan angka itu masih bisa bertambah hingga USD 702.000 (Rp9,8 miliar).

Pengganti Steve Easterbrook adalah Chris Kempczinski yang dulunya menjabat sebagai Presiden McDonald's Amerika Serikat (AS). Gaji pokoknya sebagai CEO baru adalah USD 1,25 juta (Rp17,5 miliar).

Dia pun berhak mendapat bonus target tahunan Mcdonald's yang bisa mencapai 170 persen dari gaji pokok bila target tertentu tercapai.

1 dari 3 halaman

Legowo Dipecat

Dewan direksi McDonald's memecat CEO mereka sendiri akibat kasus memadu asmara dengan karyawannya sendiri. Hubungan itu diketahui bersifat konsensual alias tanpa paksaan.

Dilaporkan Fox Business, Steve Easterbrook yang menjabat sebagai CEO McDonald's sejak 2015 mengakui bahwa dia memang punya hubungan dengan karyawan. Hubungan itu dia anggap sebagai sebuah kesalahan.

Dewan direksi McDonald's pun melakukan pemungutan suara untuk memecat Steve Easterbrook pada Jumat lalu. Perusahaan juga sudah melakukan review pada kasus ini.

Identitas karyawan yang terlibat tidak diungkap. Steve Easterbook pun legowo pada keputusan pemecatan.

"Mengingat nilai-nilai perusahaan, saya setuju pada dewan direksi bahwa ini saatnya bagi saya untuk move on," ujar Easterbrook pada email ke karyawannya.

2 dari 3 halaman

Sosok CEO Baru

Dewan Direksi McDonald's memutuskan memilih Chris Kempczinski sebagai CEO dan Presiden baru McDonald's. Dia sebelumnya sempat menjabat sebagai Presiden McDonald's untuk AS.

Kempczinski baru bergabung ke McDonald's pada tahun 2015 lalu. Dia bertanggung jawab mengurus 14.000 restoran perusahaan di AS.

Kempczinski memandang pendahulunya sebagai sosok mentor. Sebelumnya, dia pernah bekerja di Kraft Foods dan PepsiCo.

3 dari 3 halaman

Siapa paling banyak dikunjungi, Restoran Padang, McDonald atau KFC?

Roy Morgan, dalam sebuah penelitiannya, mencatat sebanyak 55 juta penduduk Indonesia berusia 14 tahun ke atas gemar jajan di restoran. Penelitian dilakukan sepanjang April 2017 hingga Maret 2018.

Dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin (17/9), meski memiliki jumlah restoran lebih kecil dibanding Australia ataupun Selandia Baru, namun pengunjung restoran Indonesia lebih besar dari keduanya. Jumlah pengunjung restoran cepat saji Indonesia tiga kali lipat lebih banyak dari 17 juta milik Australia.

"Telah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia menyajikan kesempatan besar untuk para pebisnis melebarkan sayapnya. Dengan jumlah 55 juta penduduk gemar mengunjungi restoran cepat saji, dan pertumbuhan ekonomi mencapai 5 persen, angka tersebut bisa meningkat signifikan di tahun-tahun mendatang," ujar CEO Roy Morgan, Michele Levine.

Ternyata, hasil penelitian Roy Morgan, menunjukkan Restoran Padang Sederhana menjadi yang paling banyak dikunjungi masyarakat Indonesia. Di mana, sekitar 28,4 juta masyarakat mengunjungi resto padang dalam jangka waktu rerata enam bulan.

KFC menempati posisi kedua dengan jumlah pengunjung sebanyak 24 juta orang. Di posisi ketiga ialah McDonald sebesar 7,7 juta pengunjung. Pizza Hut menempati posisi keempat dengan 6,5 juta pengunjung.

Sisanya ditempati oleh Solaria, A&W, D'Cost, Hoka Hoka Bento, Texas Fried Chicken, dan Es Teler 77 yang memiliki rata-rata sekitar 1 juta pengunjung dalam enam bulan.

Roy Morgan juga mencatat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) memiliki restoran cepat saji terbanyak. Hal ini tak aneh, sebab, Jabodetabek memiliki 21 juta penduduk berusia 14 tahun ke atas atau setara jumlah total penduduk Australia. Lebih dari 12 juta penduduk Jabodetabek mengunjungi restoran cepat saji.

Namun, kebalikan dari hasil nasional, KFC justru menjadi juara dalam jumlah pengunjung di Jabodetabek. Sekitar 8,5 juta atau 40,2 persen penduduk Jabodetabek mengunjungi KFC. Sementara, Restoran Padang hanya dikunjungi 4,5 juta atau 21,3 persen.

McDonald tetap menempati urutan ketiga dengan 17,8 persen, Pizza Hut 12,6 persen dan Solaria 8,5 persen. "Meski begitu, patut diingat, bahwa 43 juta penduduk pecinta restoran cepat saji lainnya tinggal di daerah lain di seluruh Indonesia," jelas Levine.

Reporter: Tommy Kurnia Rony

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
McDonald's India Diboikot karena Tampilkan Logo Halal
Sekarang Ada Restoran McDonald's Khusus Buat Lebah, Lho
McDonald's Hadirkan Menu Baru di Bulan Ramadan, Cek Harganya
Sensasi Pedas dalam 3 Menu Terbaru Rice Bowl McDonald
Siapa paling banyak dikunjungi, Restoran Padang, McDonald atau KFC?
McDonald's Indonesia salurkan 5.000 paket makanan bantu korban gempa Lombok
McDonald's bakal buka 15 gerai baru tahun ini