Cerita Bos Angkasa Pura I soal Trafik Pesawat Sempat Anjlok 99 Persen

Cerita Bos Angkasa Pura I soal Trafik Pesawat Sempat Anjlok 99 Persen
UANG | 15 Juli 2020 18:37 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Angkasa Pura(AP) 1, Faik Fahmi bercerita bahwa trafik penerbangan sempat turun sampai 99 persen, terutama di bulan Mei. Ini merupakan dampak nyata pandemi covid-19.

"Jadi saya kira ini merupakan satu krisis yang berdampak signifikan, kalau kita melihat pada karakteristik industri di aviasi yang sebenarnya sangat bergantung dengan reputasi, artinya regulated harus diatur karena sangat konsen dengan masalah safety and security," kata Faik dalam webinar bersama The Habibie Center, Rabu (15/7).

Menurutnya, dari krisis ini yang bisa dipelajari adalah, bahwa sebagai pengelola bandara sangat tergantung pada jumlah trafik penerbangan yang beroperasi di bandara.

Dia menyebutkan, AP 1 saat ini mengelola 15 bandara, yang dalam keadaan normal trafiknya rata-rata melayani sekitar 7,5 juta penumpang perbulannya, atau 250 ribu penumpang perharinya.

Namun, di saat pandemi trafik penerbangan menurun drastis hingga 99 persen, apalagi di bulan Mei sudah tidak melayani penerbangan, karena adanya kebijakan dari Pemerintah seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), social distancing, dan lainnya.

"Trafik di Angkasa Pura 1 ini, jadi krisis dimulai pada awal 2020. Namun sebenarnya di periode Januari-Februari kita masih bertahan dengan trafik yang cukup baik, penerbangan domestik dan internasional cukup stabil dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Kondisi Akhir Februari

februari rev1

Tapi setelah memasuki akhir Februari dampak Vovid-19 mulai dirasakan AP 1, yakni pemerintah mulai melarang penerbangan dari dan ke China, melarang orang asing masuk ke China, dan ditambah pelarangan ibadah umrah, sehingga langsung menutup jumlah trafik untuk penerbangan internasional.

Kendati begitu, walaupun ada pelarangan penerbangan, namun AP 1 sebagai pengelola bandara tetap diwajibkan untuk menyiapkan fasilitas pelayanan, karena bagaimanapun yang terjadi bandara tetap harus buka.

"Penerbangan boleh berhenti, tapi bandara masih tetap harus kita operasikan. Tentu saja ini menjadi satu tantangan sendiri di pengelolaan bandara, karena dari sisi pendapatan kita hampir Zero (nol) tapi dari sisi biaya kita harus mengcover biaya operasional," ungkapnya.

Maka dari itu AP 1 tetap melakukan penerbangan untuk kebutuhan logistik, dan menjemput Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri, agar AP 1 tetap mendapatkan pemasukan. (mdk/idr)

Baca juga:
Contek Emirates Airways, Erick Thohir Bakal Gabungkan Angkasa Pura Jadi Satu
Gandeng Pelita Air, AP I Luncurkan Pesawat Kargo Dukung Bisnis Logistik
Angkasa Pura I Layani 7.931 Penerbangan di Periode Larangan Mudik Lebaran
Penumpang Bandara Adi Soemarmo Anjlok Dari Normal 2.000 Kini Hanya 100-an Orang
Operator Bandara Ingatkan Penumpang Tujuan Jakarta Wajib Kantongi SIKM
Dampak Badai Corona, Angkasa Pura I Pangkas Belanja Modal 39 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami