Cerita Dahlan Iskan Sulitnya Mengidap Covid-19 dengan Penyakit Bawaan

Cerita Dahlan Iskan Sulitnya Mengidap Covid-19 dengan Penyakit Bawaan
Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
UANG | 21 Januari 2021 20:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan bercerita pengalamannya terinfeksi Covid-19 dengan penyakit liver yang diidapnya sejak lama.

Dahlan mengatakan, ada beberapa kondisi di mana virus Covid-19 yang ada di dalam tubuhnya harus diobati dengan cara yang bertentangan dengan penanganan penyakit livernya.

"Saya digelontor antivirus selama 5 hari, setelah itu dites, masih positif. Nah ini bagi saya problem. Karena kalau digelontor lagi, obat antivirus seagresif itu, liver saya akan kena," ujar Dahlan dalam diskusi virtual Jakarta CMO Club: The Life of Covid-19, Kamis (21/1).

Dahlan melanjutkan, karena dia mendapat transplantasi liver, setiap hari dia harus minum obat penurun imunitas. Diketahui, obat penurun imunitas dapat menekan hiper-reaktivitas sel imun yang menyerang organ transplantasi karena dianggap benda asing.

Hal ini jelas bertentangan dengan penanganan Covid-19 yang mengharuskan imunnya kuat.

"Akhirnya dokter mengambil jalan lain yang sangat bagus yaitu transfusi konvalesen dari orang yang pernah terkena Covid-19," katanya.

Setelah dirawat dengan plasma konvalesen, antibodi di dalam tubuhnya perlahan muncul, terlihat dari hasil tes PCR-nya yang mengalami perbaikan, meskipun masih ada parameter yang positif.

Dahlan juga bilang, darahnya tidak boleh mengental. Namun setelah diperiksa, kekentalan darahnya sudah menurun.

"Mudah-mudahan besok normal, kalau besok sudah normal secara praktis saya harusnya bisa keluar dari rumah sakit, dan ini kamar bisa untuk yang membutuhkan," tutup Dahlan.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Dahlan Iskan Geram Masih Ada Orang yang Tolak Vaksinasi Covid-19
Anies Baswedan Didesak Buka Lahan Makam yang Telah Dibeli Pemprov DKI
Keterpakaian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Paling Tinggi se-Pulau Jawa
Satgas Covid-19: Hampir Setengah Zona Merah Ada di Jawa dan Bali
Satgas Tegaskan Kenaikan Kasus Tak Terkait dengan Covid-19 Varian Baru Inggris

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami