Cerita Eratnya Hubungan Dagang RI - India Hingga Ditindaklanjuti Presiden Jokowi

Cerita Eratnya Hubungan Dagang RI - India Hingga Ditindaklanjuti Presiden Jokowi
Pelabuhan. ©2013 Merdeka.com/arie basuki
EKONOMI | 31 Agustus 2021 15:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Indonesia dan India berkomitmen untuk menciptakan kemitraan strategis yang komprehensif. Hal itu terbukti dengan Perjanjian Kerjasama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Perdana Menteri India Narendra Modi pada tahun 2018 yang menargetkan nilai perdagangan kedua negara sebesar USD 50 miliar pada 2025.

"Salah satu momen paling penting dalam hubungan antara kedua negara adalah pada tahun 2018, ketika pemimpin Perdana Menteri Modi dan Presiden Jokowi setuju membuat janji bahwa kedua negara harus mencapai perdagangan bilateral dengan nilai USD 50 miliar hingga 2025,"kata Kuasa Usaha KBRI di New Delhi, India, Mochammad Rizki Safary dalam Indonesia x India virtual Business Meeting 2021, Selasa (31/8).

Dia menceritakan, hubungan antara Indonesia dan India sebenarnya sudah berlangsung berabad-abad lalu. Oleh karena itu, hubungan kedua negara ini sangat kuat dan semakin komprehensif.

"Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa India dan Indonesia memiliki hubungan yang sangat kuat dari berabad-abad yang lalu. Latar belakang inilah yang membuat kedua negara memiliki hubungan yang sangat kuat di zaman modern ini," ujarnya.

Namun, sejak dua tahun terakhir, Indonesia maupun India sama-sama sedang menghadapi dan berjuang untuk menangani ekonomi dari dampak pandemi covid-19. Tentunya, pandemi ini memiliki dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi bagi kedua negara.

Menurutnya, di masa pandemi ini, kedua negara harus melihat peluang di balik pandemi. Meski banyak sektor ekonomi yang terdampak, namun ada sektor lainnya yang berpotensi bisa dikembangkan kedua negara.

"Pemenang di masa pandemi ini antara lain sektor pertanian, farmasi dan alat kesehatan. Sektor Itulah yang akan menjadi potensial," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Perdagangan Digital

Selain itu, kedua negara juga penting untuk menggunakan perdagangan digital dengan memanfaatkan berbagai platform e-commerce sebagai upaya untuk meningkatkan rantai pasokan dan jaminan produk.

"Perlu memanfaatkan lebih lanjut, munculnya perdagangan digital, berbagai platform e-commerce, dan saya percaya bahwa dengan dukungan dari mitra perdagangan digital yang tersedia untuk meningkatkan rantai pasokan dan jaminan produk," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah Diminta Naikkan KUR Pertanian Genjot Ekspor
Mentan: Ekspor Cacing, Semut dan Belatung Bisa Hasilkan Uang Rp1 Triliun per Hari
Mentan soal Ekspor Pertanian Naik: Setara dengan Masa Orde Baru
Perdana, Petai dan Jengkol Asal Sumut Berhasil Diekspor ke Jepang
Menkop Teten: Permintaan Ekspor Produk UMKM Terhalang Ketersediaan Kontainer
Bukan Kenaikan Cukai, Nasib Petani Merana Karena Impor Tembakau

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami