Cerita Karyawan Hotel Ditolak Bank Saat Ajukan Keringanan Cicilan Pinjaman

Cerita Karyawan Hotel Ditolak Bank Saat Ajukan Keringanan Cicilan Pinjaman
UANG | 10 April 2020 13:35 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Warga asal Tanjung Priok, Syaiful Amri mengaku kesulitan mendapatkan keringanan pembayaran cicilan dari bank. Padahal, dia terpaksa mengajukan keringanan cicilan ke bank lantaran dirumahkan oleh perusahaan perhotelan tempatnya bekerja.

Sejak tanggal 1 April dia diminta untuk mengambil cuti tanpa dibayar. Minimnya tamu hotel yang datang membuat pemasukan perusahaan terus berkurang. Akibatnya, gaji pun terpangkas hingga setengahnya.

Dia mulai kelimpungan karena ada cicilan yang perlu dibayarkan tiap bulan ke bank. Dua tahun lalu dia terpaksa meminjam Rp 50 juta dari bank swasta untuk membayar kontrakan rumah yang ditinggalinya. Tiap bulannya dia harus mencicil Rp 1,8 juta selama 3 tahun.

Lewat siaran berita di televisi dia mengetahui ada kebijakan restrukturisasi pada debitur di perusahaan pembiayaan dan perbankan. Bermodal informasi dari sosial media, dia memberanikan diri mengajukan permohonan keringanan kepada pihak bank.

"Awalnya saya tanya ke sales bank yang waktu itu menawarkan pinjaman," kata Amri saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (10/4).

Dari sales itu, Amri diminta menghubungi customer service bank. Namun, pengajuan keringanan ditolak. Alasannya karena fasilitas pinjaman yang diberikan tidak termasuk kategori pinjaman UMKM. Sementara, pinjaman dengan program kredit UMKM baru bisa mendapatkan keringanan. Mendapat jawaban itu, Amri mengaku kecewa. Sebab pihak bank hanya melihat dari jenis pinjamannya saja.

"Pinjaman saya kemarin masuknya ke program kredit ekspres. Dari pihak bank bilangnya kredit ekspres bukan yang dapat keringanan dari kebijakan pemerintah," ungkapnya.

1 dari 1 halaman

Padahal, dalam data diri saat mengajukan pinjaman dia berstatus sebagai karyawan hotel. Informasi pinjaman pun diketahuinya melalui koperasi pegawai hotel tempat bekerja. "Padahal kan saya waktu itu identitas saya karyawan hotel," ungkapnya.

Dia pun menyebut teman kantornya di bank berbeda tetap mendapatkan keringanan membayar cicilan, meskipun saat saat peminjaman bukan melalui program pinjaman UMKM. "Kita bukan enggak mau bayar, tapi maunya di-hold dulu. Nanti kalau ini (wabah Covid-19) selesai, kita mau tetap bayar juga," ungkap Amri.

Tak habis akal, dia pun mencari cara lain. Dia mengunjungi website resmi bank swasta tersebut, lalu kembali mengajukan keringanan yang sama melalui surat elektronik (email). Sayangnya, setelah mengikuti berbagai prosedur yang telah ditentukan, permohonannya kembali ditolak.

Alasan penolakan pun sama karena program pinjaman dana yang digunakan bukan pinjaman untuk modal UMKM. "Jawaban dari email tetap sama ditolak. Alasannya bukan program pinjaman UMKM," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
DPR Harap OJK Gencarkan Sosialisasi Kebijakan Tangkal Dampak Covid-19
OJK: 10.206 Nasabah Leasing Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kendaraan
Bos OJK: Proses Pengajuan Penangguhan Cicilan Kredit Sebaiknya Dilakukan Online
OJK Ungkap Syarat Debitur KPR Bisa Tangguhkan Cicilan Selama 1 Tahun
Daftar Bank dan Leasing yang Beri Keringanan Cicilan Kredit pada Nasabah
OJK Persilakan Bank Turut Beri Keringanan Kredit Pengusaha Besar Terimbas Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami