Cerita Menteri Bahlil soal RI Jual Hasil Alam Mentah karena Tergoda Uang Cepat

Cerita Menteri Bahlil soal RI Jual Hasil Alam Mentah karena Tergoda Uang Cepat
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 15 Juni 2021 15:40 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia sangat berlimpah. Mulai dari hutan, tambang hingga hasil laut. Namun sayangnya, Indonesia belum bisa melakukan hilirisasi. Tergoda mendapatkan uang dengan cepat, sehingga kekayaan alam dijual masih mentah tanpa diolah.

"Ini kita tergiur uang cepat, makanya jual saja bahan baku," kata Bahlil, di Jakarta, Selasa (15/6).

Bahlil menceritakan, dahulu Indonesia kaya akan kayu sehingga kayu yang tumbuh di Indonesia langsung diekspor ke Malaysia, China hingga Jepang. Indonesia sempat mengalami masa kejayaan tambang, namun karena tidak memiliki kemampuan mengelola sendiri, maka bekerja sama dengan Freeport.

"Freeport itu 90 persen cadangannya ada di Indonesia. Tidak ada industri yang seperti itu," kata dia.

Pun dengan batu bara. Indonesia langsung menjual produk batu bara tanpa diolah terlebih dahulu. Ironisnya, kata Bahlil Indonesia mengimpor gas LPG setiap tahun dengan volume hingga 7 juta per tahun.

"Setiap tahun kita ekspor baru bara jutaan ton, tapi kita malah mengimpor gas 6 sampai 7 juta per tahun," kata dia.

Produk Perikanan

Begitu juga dengan sektor perikanan. Indonesia sebagai negara maritim memiliki aset perikanan yang tidak berbatas. Namun, Indonesia tetap kalah dari Vietnam dan Thailand dalam hal efisiensi.

"Kita ini terlena dengan menangkap ikan lalu langsung kirim. Tapi kita kalah dari Vietnam dan Thailand dalam hal efisiensi," kata Bahlil.

Saat ini kata Bahlil, Indonesia memiliki cadangan nikel yang besar di dunia. Tak mau mengulangi kesalahan yang sama, dalam pengelolaan nikel, pemerintah akan membangun industri dari hulu ke hilir.

Bahlil mengatakan semua produk nikel ore tidak boleh langsung di ekspor, tetapi harus diolah terlebih dulu di Indonesia. Dalam proyek ini pemerintah akan menggandeng produsen kelas kakap di masing-masing bidang untuk bekerja sama dengan Indonesia. (mdk/idr)

Baca juga:
UU Cipta Kerja Tak Hilangkan Kewenangan Pemberian Izin Pemda
Menteri Bahlil: UU Cipta Kerja Buka Peluang Generasi Muda Jadi Pengusaha
Menteri Bahlil Tak Ingin Investasi Hanya di Pulau Jawa, Tapi Merata Seluruh RI
Menteri Bahlil: Realisasi Investasi Baru Capai Rp219 Triliun di Kuartal I-2021
Menteri Bahlil: UU Cipta Kerja Berikan Karpet Merah UMKM
Menteri Bahlil: Keberpihakan Pemerintah dan Perbankan ke UMKM Belum Maksimal

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami