Cerita Pengemudi Taksi Online, Pengajuan Keringanan Cicilan Ditolak Leasing

Cerita Pengemudi Taksi Online, Pengajuan Keringanan Cicilan Ditolak Leasing
UANG | 10 April 2020 11:50 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan kebijakan relaksasi kepada industri multifinance, di mana para debitur bisa mengajukan keringanan cicilan ke perusahaan pembiayaan. Hal ini sesuai dengan permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar perusahaan pembiayaan memberikan keringanan kepada masyarakat akibat wabah virus corona.

Meski demikian, keringanan tersebut belum dirasakan oleh salah satu pengemudi taksi online, Anang Akbar. Dia mengatakan, dirinya masih membayar cicilan mobilnya dengan harga normal.

"Dari leasing tidak ada keringanan seperti yang di ucapkan pak Jokowi, kita tetap bayar Rp 2,9 juta per bulan," keluh Anang saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (10/4).

Presiden Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) itu mengatakan, perusahaan pembiayaan kredit atau leasing yang dia ajukan menilai selama belum adanya surat resmi dari pemerintah atau penetapan hukum secara tegas, maka leasing akan tetap memberlakukan pembiayaan kredit secara normal kendati pandemi corona sedang berlangsung.

Padahal, Anang yang berprofesi sebagai pengemudi online sangat terdampak oleh wabah corona, di mana mengalami penurunan pendapatan harian sebesar 90 persen karena berkurangnya jumlah penumpang di wilayah ibu kota Jakarta.

"Orderan kita sekarang paling banyak empat, dari sebelum corona bisa lah 27 orderan per hari," kata dia.

1 dari 1 halaman

Dampak PSBB

Bahkan dengan diterapkannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar di seluruh wilayah Jakarta mulai hari ini, yang melarang jasa transportasi online menarik penumpang kecuali barang tentu semakin menambah beban ekonomi di tengah badai corona.

Anang berharap ada ketegasan pemerintah berupa penetapan hukum, seperti Keputusan Presiden (Kepres), agar semua perusahaan pembiayaan kredit kendaraan bermotor taat terhadap kebijakan terkait kelonggaran pembiayaan kredit bagi masyarakat yang terdampak corona.

"Karena di lapangan masih belum sinkron, antara pemerintah dan perusahaan leasing. Kalau berlarut-larut kita rakyat tentu menjadi korban," jelasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Dampak Covid-19, Sekitar 2.000 Nasabah MTF Ajukan 'Puasa' Bayar Cicilan Mobil
OJK: 10.206 Nasabah Leasing Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kendaraan
OJK Banyak Terima Laporan Masyarakat soal Penagihan Cicilan oleh Debt Collector
OJK: Keringanan Pembayaran Cicilan Tak Otomatis Diberikan Leasing
Kebijakan Pemerintah Dianggap Belum Mudahkan Masyarakat Bali Bayar Cicilan Kredit
OJK Minta Gojek dan Grab Laporkan Data Drivernya Permudah Proses Keringanan Cicilan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami