Cetak Paspor, Peruri Raup Omzet Rp300 Miliar

Cetak Paspor, Peruri Raup Omzet Rp300 Miliar
UANG | 8 Januari 2020 16:08 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mencatat, dalam setahun, kebutuhan paspor untuk masyarakat mencapai empat juta buku. Sementara, kebutuhan paspor dinas diplomat hampir mencapai satu juta buku.

Dari kebutuhan tersebut, omzet yang dihasilkan dari paspor sekitar Rp300 miliar. Direktur Pengembangan Usaha Peruri, Fajar Rizki, menyebut blanko paspor yang dicetak menggunakan teknologi pengamanan data terbaik.

Tak hanya mencetak paspor untuk dalam negeri, Peruri juga mencetak paspor untuk negara Srilanka. Pada Desember tahun lalu, Peruri mendapatkan kontrak pembuatan paspor sebanyak satu juta buku.

Nilai kontraknya mencapai Rp15 miliar. "Srilanka kita dapat 1 juta buku sekitar Rp15 miliar dalam satu tahun," kata Fajar di Kantor BUMN, Jakarta, Rabu (8/1).

Selain itu, lanjut Fajar, Peruri berencana meningkatkan layanan untuk imigrasi dalam bentuk personalisasi paspor. Nantinya, pencetakan data paspor dilakukan langsung oleh Peruri.

Saat ini Peruri hanya mencetak blanko imigrasi. Sementara pengisian data dilakukan oleh imigrasi di tiap kantor wilayah. "Sehingga bisa mempercepat pelayanan imigrasi," katanya.

1 dari 1 halaman

Laba Bersih Peruri Tembus Rp360 Miliar Sepanjang 2019

peruri tembus rp360 miliar sepanjang 2019 rev10

Pendapatan usaha Perum Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) tercatat sebesar Rp3,9 triliun sepanjang 2019. Jumlah ini meningkat 23 persen dari tahun 2018 yang hanya Rp3,1 triliun.

"Sesuai prognosa 2019, pendapatan Peruri Rp3,9 triliun," kata Direktur Pengembangan Usaha Peruri, Fajar Rizki di Kantor BUMN, Jakarta, Rabu (8/1).

Laba usaha Peruri tahun 2019 sebesar Rp595 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp456 miliar. Sehingga Peruri meraup laba bersih Rp360 miliar, naik 25 persen dari tahun 2018 yakni Rp288 miliar.

EBITDA Peruri tercatat sebesar Rp943 miliar atau meningkat 22 persen dibandingkan 2018 yang hanya Rp770 miliar. Sehingga total aset perusahaan BUMN tersebut mencapai Rp5,46 triliun. Jumlahnya meningkat persen dibandingkan 2018 yang mencapai Rp5,05 triliun.

Fajar menyebut selama ini kondisi bisnis Peruri terbilang fluktuatif lantaran ketergantungan terhadap order pencetakan uang rupiah di Bank Indonesia (BI). Jumlahnya sekitar 60 persen sampai 70 persen.

"Sehingga perkembangannya mengikuti jumlah pesanan cetak uang rupiah," kata Fajar.

(mdk/bim)

Baca juga:
BUMN Pencetak Uang Lebarkan Sayap Bisnis ke Produk Digital
Percetakan Uang Kertas dan Logam Masih Tinggi di Era Transaksi Digital
Laba Bersih Peruri Tembus Rp360 Miliar Sepanjang 2019
Peruri Raih Laba Bersih Konsolidasian Sebesar Rp266,72 Miliar
Wajah Ruang Kreatif yang Instagramable di Blok M
Tiga BUMN Bersinergi Dorong Percepatan Program Sejuta Rumah
M Bloc, Ruang Interaksi dan Ekspresi Anak Muda

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami