Chevron belum beri kepastian soal perpanjangan kontrak Blok Rokan

UANG | 30 Juli 2017 18:00 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan hingga saat ini pihak PT Chevron Pacific Indonesia yang menjadi operator eksisting Blok Rokan, Riau belum menentukan apakah akan memperpanjang kontrak atau tidak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontrak PT Chevron Pacific Indonesia atas pengelolaan blok Rokan akan berakhir pada 2021. Meski demikian, pemerintah sudah memanggil pihak Chevron untuk meminta kepastian perpanjangan kontrak.

"Mengenai Blok Rokan statusnya masih sama, nanti berakhir 2021, siapa pengelola Blok Rokan, ini kan yang jadi pertanyaannya, ini belum diputuskan," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta, Minggu (30/7).

Dia menambahkan, siapa pun yang nantinya akan menjadi pengelola Blok Rokan, harus mampu memberikan nilai tambah kepada pemerintah. Mulai dari produksi sampai bagi hasil yang diberikan kepada pemerintah.

Siapapun pengelola Blok Rokan, pertama harus bisa memberikan nilai tambah kepada pemerintah kepada negara baik dari segi produksi maupun nantinya dari segi split, itu harus lebih baik buat negara, siapa pun pengelolanya," imbuhnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Pemerintah targetkan dapat off taker gas Blok Masela dalam 3 bulan
Usai Arcandra pergi, giliran Menteri Jonan temui Presiden Jokowi
Ada isu reshuffle, Arcandra keceplosan katakan ini usai temui Jokowi
Pemerintah tunjuk penilai independen hitung divestasi saham Freeport
Freeport sepakat bangun smelter dalam waktu lima tahun
Ini alasan Jokowi marah & tegur menteri keluarkan aturan menghambat
ESDM disentil Jokowi soal aturan menghambat, ini tanggapan Arcandra

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.