Cita-cita Jokowi Kemiskinan 0 Persen Mustahil Tercapai

UANG | 21 Oktober 2019 13:19 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Muhammad Faisal, menilai cita-cita Presiden Jokowi untuk menghapus kemiskinan mendekati 0 persen pada 2045 mustahil dilakukan. Hal tersebut dengan melihat karakteristik ekonomi dan wilayah Indonesia.

"Menurut saya hampir mustahil 0 persen. Itu dengan melihat karakteristik ekonomi dan wilayah Indonesia. Ini kan kantong-kantong kemiskinan banyak ada di daerah remote pinggiran yang itu tidak gampang diatasi dan dijangkau dengan program kemiskinan," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Senin (21/10).

Beberapa negara di dunia seperti Korea Selatan juga sulit menghapus kemiskinan. Padahal luas wilayah negara tersebut tergolong kecil tidak seperti Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau. Selain itu, penduduknya tidak sebesar Indonesia.

"Negara yang lebih kecil dari kita dan tidak terpisah-pisah dengan jumlah penduduknya kecil, tingkat ekonomi secara total sudah masuk ke negara maju, belum bisa lepas dari kemiskinan. Sedangkan kita belum capai ekonomi maju," jelasnya.

Pendapatan per kapita Indonesia yang masih menengah ke bawah juga salah satu faktor penghalang impian besar tersebut. Hal lain adalah jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar dan beragam yang tersebar diberbagai pelosok negeri.

"Kita kan masih jauh, masih middle income. Korea Selatan yang sudah high income, masih 1,2 persen tingkat kemiskinannya tidak nol persen. Padahal mengaturnya sebenarnya jauh lebih mudah mereka, tapi faktanya masih ada kantong kemiskinan," jelasnya.

Faisal menambahkan, posisi kemiskinan Indonesia saat ini sudah single digit. Jika pemerintah masih ingin menurunkan, maka target yang mungkin saja bisa dicapai hanya sekitar 10 sampai 9 persen.

"Kalau kita semakin rendah pertumbuhan ekonominya, biasa untuk menekan kemiskinan juga semakin susah. Kita kan sekarang dari rate 10 hingga 9 persen. Nah, kalau sudah single digit makin ke bawah makin susah. Ada beberapa bukti kenapa bisa begitu, banyak sudah terjadi," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkapkan cita-cita bangsa untuk menghapus kemiskinan mendekati 0 persen pada 2045. Indonesia pada 2045, telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah.

Indonesia, lanjutnya, sudah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. "Itulah target kita. Target kita bersama," ujar Presiden Jokowi.

Baca juga:
Nadiem Diminta Jadi Menteri Jokowi, Sejarah Baru Startup di Indonesia
Nasihat Gus Mus ke Jokowi-Ma'ruf soal Tanggung Jawab Kekuasaan & Cara Memilih Menteri
Profil Nadiem Makarim, Pendiri GoJek yang Dipanggil Jokowi Jelang Pengumuman Menteri
Wishnutama Tiba Istana: Disuruh Datang Saja
Ini Profil Christiany Eugenia Paruntu yang Dipanggil Jokowi Jelang Pengumuman Menteri
Bos BEI Harap Semakin Banyak BUMN IPO di Pemerintahan Jokowi Periode II
Sering Dikunjungi, Warga Bekasi Berharap Tak Dilupakan Presiden Jokowi

(mdk/did)