Citilink Targetkan Pendapatan di 2019 Naik Hingga 23 persen

UANG | 28 Januari 2019 19:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto menargetkan untuk meraup total pendapatan hingga 23 persen pada 2019. Optimisme itu muncul pasca dikeluarkannya kebijakan bagasi berbayar yang akan diterapkan Citilink Indonesia mulai 8 Februari 2019 mendatang.

"Mungkin ini bisa merupakan tambahan baru pendapatan kita sehingga bisa survive. Ini merupakan salah satu revenue kita yang baru sehingga bisa survive, itu yang kita harapkan," ungkap Benny di Jakarta, Senin (28/1).

Dia menjelaskan, pihak maskapai berharap jumlah pendapatan dari penjualan tiket kepada penumpang bisa naik 25 persen. Terkait jumlah penumpang, dia pun memasang target naik dari 15 juta orang pada 2018 menjadi 17 juta orang tahun ini.

"Kita akan perbanyak buka rute penerbangan regional dibandingkan kita main domestik. Seperti ke Singapura, Vietnam, korea, Australia," papar dia.

"Artinya kita sudah culup naik di domestik. kita lebarkan sayap kita di regional. Tahun lalu sudah ada Surabaya-Penang. Yang akan datang akan ada rute ke Singapura, Vietnam, Kamboja, dan negara lainnya," tambahnya.

Dengan begitu, Citilink Indonesia membidik untuk bisa meraih pendapatan lebih besar dibanding 2018. "Pendapatan keseluruhan secara korporasi target 2019 naik 23 persen," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Citilink Tepis Rumor Dugaan Praktik Kartel Tiket Pesawat
Aturan Bagasi Berbayar Citilink Efektif 8 Februari 2019, Cek Ketentuannya
Alasan Bagasi Citilink Berbayar Disebut Agar Maskapai Mampu Tetap Beroperasi
Bagasi Citilink Berbayar Mulai Berlaku 8 Februari 2019
Kemenhub Setujui Pemberlakuan Bagasi Citilink Berbayar di Februari 2019

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.