CORE Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2020 di Kisaran 4,9 Sampai 5,1 Persen

UANG | 20 November 2019 13:46 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 bakal berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,1 persen. Prediksi ini diakui melebar dibandingkan prediksi sebelumnya.

Direktur Eksekutif Core, Mohammad Faisal mengatakan, jika sebelumnya range prediksi hanya sebesar 0,1 persen, maka untuk 2020 melebar jadi 0,2 persen.

"Menjadi 0,2 persen karena faktor ketidakpastiannya sangat tinggi, sehingga range-nya melebar. Di tahun depan kita akan melihat lagi kecenderungannya apakah ke 5,1 persen atau 4,9 persen," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Rabu (20/11).

Prediksi itu, lanjut Faisal, mempertimbangkan dua skenario yang diprediksi terjadi di tahun depan. "Dari prediksi pertumbuhan global meningkat tapi tertahan. Perlambatan pertumbuhan terjadi di Amerika dan China. Bisa jadi lebih negatif bila eskalasi perang dagang ini berlanjut," ungkapnya.

"Bisa lebih positif jika Trump ini tidak terpilih di 2020, perang dagang itu otomatis diperkirakan tidak berlanjut, bisa berlanjut lagi jika Trump terpilih," lanjut Faisal.

Terkait harga minyak dunia, jelas dia, pun diprediksi bisa menurun, tapi bisa juga malah meningkat. Harga minyak di baseline kita prediksi akan melemah, tapi bisa juga meningkat ketika ada faktor geopolitik yang memengaruhi secara tiba-tiba," jelas dia.

Sementara ekonomi domestik di tahun depan, pihaknya memperkirakan kondisi fiskal masih tetap berjalan seperti tahun ini. Sementara inflasi diprediksi mengalami peningkatan seiring dengan kebijakan-kebijakan yang direncanakan pemerintah akan dilakukan di awal tahun depan. "Lalu pelonggaran moneter akan berlanjut, tapi dampaknya pada likuiditas tidak banyak berubah," ujar dia.

"Harga komoditas diperkirakan tumbuh marjinal. Nilai tukar stabil. Ada deregulasi tapi tidak banyak berdampak pada Investasi dan pertumbuhan sektor riil. Sehingga pertumbuhan ekonomi kurang lebih 4,9 sampai 5,1," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Pertumbuhan Ekonomi 2019 Diramal 5,1 Persen

Sementara hingga akhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi mencapai 5,1 persen. Angka ini lebih rendah dari target yang dipatok dalam APBN sebesar 5,3 persen.

Meski demikian, sejumlah indikator ekonomi Indonesia sepanjang 2019, seperti tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran terbuka, rasio gini, dan tingkat inflasi masih bisa dijaga dengan baik.

"Namun, capaian yang lain masih menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan. Yang paling kentara adalah realisasi pertumbuhan yang jauh dari target serta defisit transaksi berjalan yang justru semakin lebar," tandasnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Akibat Perang Dagang, Pemerintah Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa 7 Persen
Catatan PBB Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Menlu Retno: Tiap Pertemuan Pemimpin Dunia Pembahasan Pasti Masalah Ekonomi
Pemerintah Nilai RI Jauh dari Potensi Resesi, Inilah Alasannya
Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan Pastikan Jakarta Jadi Pusat Ekonomi
Transaksi E-Commerce Indonesia Diprediksi Capai Rp913 Triliun di 2022
Menkeu Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,3 %