Core Sebut OJK Dibentuk untuk Pengawasan Industri Jasa Keuangan Terintegrasi

Core Sebut OJK Dibentuk untuk Pengawasan Industri Jasa Keuangan Terintegrasi
UANG | 15 September 2020 16:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ekonom Center of Reforms on Economic (Core) Piter Abdullah bilang, pengawasan industri jasa keuangan tidak bisa dipisah-pisah. Perlu pengawasan terintegrasi terhadap sektor jasa keuangan agar kinerja perusahaan bisa terpantau di satu pintu sehingga bisa meringankan PR pemerintah.

Oleh karenanya sejak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbentuk, visi utama yang tertanam ialah melakukan pengawasan terintegrasi.

"Pengawasan terintegrasi, pada saat membentuk OJK, itulah yang akan menjadi pekerjaan utama OJK, yang tidak bisa dilakukan apabila pengawasan terpisah-pisah, ada yang di bawah Kemenkeu, Bank Indonesia (BI). Nah ini yang ingin kita perbaiki saat membentuk OJK," kata Piter dalam tayangan virtual, Selasa (15/9).

Senada dengan Piter, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menyatakan, dengan pengawasan terintegrasi, tanggung jawab pengawasan tiap entitas perbankan dan non perbankan akan lebih mudah karena berasal dari 1 induk.

"Dengan pengawasan terintegrasi, ada yang bertanggung jawab terhadap entitas di bawahnya. Menurut saya ini bagus karena mitigasi resiko terhadap konglomerasi ini tanggung jawabnya satu, jd tiap entitas tidak tanggung jawab masing-masing," ujar Aviliani.

Oleh karenanya, Aviliani berpendapat bahwa usulan pengembalian fungsi pengawasan perbankan dari OJK ke BI atau pembentukan dewan moneter bukan hal urgent dilakukan saat ini. Jika dalam beberapa opini, BI dianggap tidak turut menciptakan pertumbuhan, harusnya hal itu dinilai dari porsi tugas BI itu sendiri serta porsi tugas lembaga lain.

"Kan bagaimana porsi masing-masing. Independensi menurut saya masih penting. Kalau tidak independen, bahaya karena pemerintahan kan terkait politik, kalau BI masuk peta politik, bahaya," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Tiga Direksi BTN Lulus Uji Kepatutan OJK
Kondisi Industri Relatif Baik, Pembentukan Dewan Moneter Belum Diperlukan Saat ini
OJK: Perbankan dan Pasar Modal Tetap Beroperasi Selama Penerapan PSBB Jakarta
OJK Sempurnakan Aturan untuk Kawal Perusahaan Asuransi agar Tetap Sehat
OJK: Perusahaan Asuransi Kerap Gagal Bayar karena Penerapan GCG Belum Baik
Tujuan OJK Sebagai Pengawas Keuangan, Kenali Fungsi dan Tugas yang Jarang Diketahui

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami