Cuaca Buruk, Harga Cabai di Karawang Meroket Hingga Rp100.000 per Kg

UANG | 22 Januari 2020 11:11 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Harga cabai rawit dan cabai merah di Pasar tradisional Johar, Karawang, mengalami kenaikan signifikan sejak seminggu terakhir menembus Rp100.000 per kg, dari harga normal hanya Rp35.000 per kg. Hal ini terjadi akibat cuaca buruk, sehingga cabai mudah membusuk dan banyak daerah produsen mengalami gagal panen.

Pedagang sayuran, Hari mengatakan, harga cabai rawit dan merah yang tinggi dialami hampir di semua pedagang pasar tradisional karena di tingkat distributor dan agen sayuran sudah naik.

"Kenaikan harga cabai, akibat banyak daerah produsen mengalami gagal panen, sehingga stok menipis," kata Hari, Rabu (22/1).

Harga cabai merah, cabai rawit merah, dan cabai merah keriting sudah mencapai harga Rp100.000 per kg. Sementara itu, harga cabai rawit hijau mencapai Rp65.000 per kg. "Cabai rawit merah dan cabai merah keriting paling tinggi harganya hingga tiga kali lipat dari harga normal," imbuhnya.

Menurutnya, harga cabai rawit merah fluktuatif sejak pergantian tahun 2020. Namun, dalam seminggu terakhir harga terus merangkak naik dan diprediksi kenaikan akan terus melejit bisa lebih dari Rp100.000 per kg. "Diprediksi akan terus naik ke depannya karena daerah pemasok dilanda banjir akibat cuaca ekstrem," jelasnya.

Pedagang sayuran lainnya, Susilawati mengatakan, kenaikan harga yang cukup tinggi membuatnya pelanggan mulai mengurangi daya beli. "Mudah-mudahan harga-harga tidak bergerak naik lagi, karena para pelanggan saya sudah banyak yang mengeluh, terutama mereka yang usahanya warung makan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Harga Cabai dan Bawang Diprediksi Naik

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri memprediksi harga cabai dan bawang akan naik dalam beberapa waktu ke depan. Sebab, cabai dan bawang beresiko tidak bisa dijual lagi jika sudah terendam banjir dan stok akan berkurang.

"Dua komoditas yang rawan terdampak kenaikan harga yaitu aneka jenis cabai dan bawang," kata Abdullah kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu, (4/1).

Kalau pun tidak terendam banjir, cabai dan bawang rawan busuk bila tak terjual. Akhirnya pedagang pun mengalami kerugian.

Tak hanya itu, banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah juga menyebabkan stok persediaan cabai dan bawang berkurang. Abdullah mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap pergerakan harga cabai dan bawang. "Asumsi kami itu yang harganya naik," ujarnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Harga Ayam Anjlok, Peternak Ancam Turun ke Jalan
Bos BI: Banjir Jakarta Berdampak Pada Harga Beras
Penerbangan Perintis & Kargo Turunkan Harga Pangan di Papua Hingga 50 Persen
Banjir Buat Harga Cabai dan Bawang Meroket
Hujan Lebat Bikin Harga Cabai dan Sayuran Meroket
Banjir Bikin Harga Bawang Merah Naik

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.