Curhat Bos Bekraf soal Kuliner Indonesia Sulit Mendunia

UANG | 27 September 2019 17:01 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengakui bahwa jarang ada pelaku usaha kuliner yang mau didorong untuk mengembangkan bisnisnya di luar negeri. Menurutnya, banyak pengusaha yang bertahan dengan pencapaian yang telah diperoleh, hal ini yang kemudian membuat kuliner Indonesia sulit mendunia.

"Yang sudah ada di sana makanan bagus, tempat bagus, disuruh scaled up tidak mau, maunya begitu saja sudah. Jadi tantangannya bukan hanya mau enggak mau tapi tidak ada sampai sekarang yang punya ambisi besarkan kulinernya di luar negeri," ujar Triawan saat ditemui di Kaum, Jakarta, Jumat (27/9).

Triawan mengakui, kuliner Indonesia memang masih kalah bersaing jika dibandingkan dengan Thailand yang sudah banyak membuka gerai di seluruh dunia. Padahal dari sisi rasa dan kualitas kuliner Indonesia tidak saing.

"Kita tidak bisa seperti Thailand membawa makanan keluar, karena memang tidak ada pelakunya. Susah banget dan makanya sampai sekarang kita terus eksplore buka restoran di luar negeri. Kita bantu semuanya," jelasnya.

Hingga kini, salah satu andalan Indonesia adalah kopi. Kopi kini tak lagi diekspor dalam bentuk bahan baku tetapi sudah dalam bentuk olahan yang diproduksi oleh Upnormal. Dia berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang mau memacu diri memasarkan produk ke luar negeri.

"Kita tidak bisa mengikuti model Korea, Singapur, Jepang, kita luas banget. Kita tidak hanya harus turun ke hilir, packaging dan lain lain, tapi ke hulu juga. Gimana misalnya untuk kualitas biji kopinya sudah baik," tandasnya.

Baca juga:
Aksi Robot Sophia Tampil Berkebaya di CSIS Global Dialogue 2019
Startup Aplikasi Digital Paling Banyak Dapat Dana Hibah Pemerintah
62 Pelaku Ekonomi Kreatif Dapat Modal Rp100 Juta dari Bekraf
Bekraf Salurkan Insentif ke 62 Pelaku Ekonomi Kreatif
Ibu Kota Pindah, Mau Diapakan Gedung-Gedung Pemerintahan di Jakarta?
Profesi yang Bakal Dibutuhkan di Ibu Kota Baru

(mdk/idr)