Curhat Bos Garuda Indonesia soal Sulitnya Industri Penerbangan Hadapi Pandemi Corona

Curhat Bos Garuda Indonesia soal Sulitnya Industri Penerbangan Hadapi Pandemi Corona
Garuda Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo
EKONOMI | 4 November 2020 12:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 berdampak hampir ke semua lini kehidupan masyarakat, termasuk ke industri penerbangan. Larangan ataupun imbauan untuk di rumah saja berimbas pada menurunnya volume penerbangan.

"Krisis terhadap industri penerbangan terjadi akibat apa yang disebut dengan berhentinya mobilitas,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam WOW Brand Festive Day, Rabu (4/11).

Data BPS mencatat, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada September 2020 sebanyak 1,9 juta orang. Angka ini turun 4,60 persen dibanding Agustus 2020. Sementara jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 9,32 persen menjadi 34,0 ribu orang.

Irfan menjelaskan, sejatinya tak ada masalah apapun dengan industri penerbangan itu sendiri. Sebab, menurutnya, industri penerbangan ini merupakan industri kebahagiaan. Di mana orang-orang melakukan perjalanan untuk menemui orang atau tempat yang didambakan.

"Industri penerbangan itu adalah industri yang berinteraksi langsung dengan manusia. Dan hari ini sebenarnya tidak ada masalah apapun dengan industri penerbangan ini. Tapi yang jadi masalah adalah anxiety to travel. Keengganan orang untuk terbang. Padahal berapa bulan sebelumnya orang punya begitu banyak rencana untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain," kata Irfan.

Oleh karena itu, Irfan sempat tak menyetujui awak Garuda Indonesia untuk mengenakan hazmat. Alasannya, tak lain karena interaksi manusia. Sebab, orang-orang pergi dan memilih untuk naik pesawat dengan hati yang senang.

"Bayangkan orang tersebut masuk ke pesawat udara, kemudian dihadapkan sama pramugara/pramugari yang berpakaian hazmat. Tentu saja pertanyaan yang muncul di kepalanya dia adalah, saya ini lagi di pesawat atau sedang di ruang bedah. Ini yang kita hindari," jelas Irfan.

Baca Selanjutnya: Kunci Pemulihan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami