Curhat Pengusaha Bioskop Rugi Miliaran Rupiah Selama Pandemi

Curhat Pengusaha Bioskop Rugi Miliaran Rupiah Selama Pandemi
bioskop. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 23 September 2021 21:15 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pelaku usaha bioskop di Tulungagung, Jawa Timur mengaku mengalami kerugian hingga miliaran rupiah selama pandemi. Bahkan usaha mereka harus ditutup demi mencegah kerumunan yang berisiko menjadi klaster penularan Covid-19.

"Usaha tutup hampir satu setengah tahun lebih. Selain tidak ada pemasukan karena bioskop harus tutup, sementara biaya perawatan perangkat pemutar film sangat mahal," kata manajer gedung bioskop Golden Theater, Parsoni dikutip dari Antara Tulungagung, Kamis (23/9).

Dia memberi gambaran, harga satu unit proyektor pemutar film nilainya mencapai Rp1 miliar lebih. Padahal di tempat usaha yang dikelolanya, terdapat tiga ruangan yang artinya ada tiga alat pemutar film yang harus terus dirawat agar tidak rusak.

"Satu unit proyektor ini biaya perawatannya minimal Rp250 juta. Belum lain-lain,"ujarnya.

Beruntung bioskopnya tak terlalu lama tutup. Sebab pada pemberlakuan PPKM ini, pihaknya mendapat rekomendasi dari Kemenparekraf (Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) untuk diperbolehkan buka, meski bersifat uji coba. Sayangnya penonton di bioskop ini masih minim di hari pertama.

Selama ujicoba, pihaknya harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penonton betul-betul diseleksi melalui aplikasi peduli lindungi Sebelum masuk mereka harus scan kode batang yang ditempel di pintu masuk bioskop. "Yang boleh masuk yang hijau dan kuning," jelas pria paruh baya tersebut.

Sementara anak usia di bawah 12 tahun tak diizinkan memasuki bioskop.

Baca Selanjutnya: Diperiksa Satgas...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami