Curhat sopir Blue Bird tak dapat THR selama 8 tahun

UANG | 28 April 2016 16:01 Reporter : Ambrosius Indantoko

Merdeka.com - Satiman (53) sudah 6 tahun tak pulang ke kampung halamannya saat lebaran. Selama ini, dia memilih menjadi sopir luar kota untuk pelanggannya ketika lebaran.

"Lebaran tahun ini juga tidak pulang, mau nyupir ke Ngawi, Jawa Timur," ujar dia di Stasiun Pasar Senin, Jakarta, Kamis (28/4).

Pria yang berprofesi sebagai sopir taksi ini mengaku tak pernah mendapatkan Tunjangan Hari Raya dari kantor. Oleh sebab itu, dia memilih menjadi sopir tembak guna menambah penghasilannya untuk biaya sekolah kedua anaknya.

"Sekarang sekolah kan mahal. Sedikit-sedikit uang. Kalau tidak cari lebih, repot," kata Satiman.

Dia mengaku sudah 8 tahun menjadi sopir taksi Blue Bird. Setiap hari, Satiman harus setor Rp. 900.000 karena menggunakan taksi berstiker bandara. Berbeda dengan taksi tanpa stiker yang hanya setor kurang lebih Rp 750.000 per hari.

Dalam sehari, dia mengaku hanya mendapatkan upah kurang lebih Rp 100.000, tergantung jumlah penumpang. "Kadang sampai pulang malam, jam 2 atau jam 3 buat kejar setoran," tegas dia.

Mendekati lebaran, Satiman mengaku tidak pernah menerima tunjangan hari raya (THR). Yang didapatkan hanyalah insentif hari raya (IHR). Untuk besarnya, tergantung kinerja dan lamanya bekerja.

"Kalau yang 1-3 tahun ya mungkin Rp 450.000. Kalau yang 3-5 tahun Rp 700.000. Kalau saya yang udah 8 tahun bisa sampai 1 juta," jelas dia.

Sementara itu, Humas PT Bluebird Teguh Wijayanto membenarkan hal tersebut. Teguh menambahkan IHR memang tergantung dari kinerja sopir itu sendiri, sehingga besarannya berbeda-beda.

"Kita kan sistemnya bagi hasil, jadi besarnya berbeda-beda, tergantung kerjanya," jelas Teguh.


Lebaran tahun ini, karyawan satu bulan kerja berhak dapat THR
Menaker minta pengusaha beri THR setelah satu bulan kerja
Fakta-fakta aturan karyawan baru kini berhak dapat THR
Jokowi minta harga daging sapi Rp 80.000 per kg saat Lebaran 2016
Menteri Amran klaim stok beras Lebaran 2016 capai 2 juta ton

(mdk/sau)