Curhat Sri Mulyani, Saat Sukses Tak Dipuji Gagal Jadi Kambing Hitam

UANG | 31 Januari 2019 12:38 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencatat kinerja yang cukup positif. Meski demikian, keberhasilan tersebut tak lantas membuat semua orang puas. Menurutnya, ada saja pihak yang mencari-cari kesalahan.

"Kalau sukses cari cerita yang dianggap menjadi sebab apa sukses? Ah itu bukan kerjaan Menkeu, itu kerjaan Tuhan harga minyak naik," ujar Sri Mulyani dalam acara insight Bank DBS di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1).

Menurutnya, saat ekonomi dalam kondisi terguncang, posisi Menteri Keuangan juga menjadi kambing hitam. Ekonomi yang tengah terguncang tersebut, dibahas dan dibesar-besarkan. Oleh karena itu, dia menyebut, hidup memang tak selalu adil.

"Kalau gagal di zoom, microscoping. 'Itulah dia ini, penyebabnya menteri keuangan ini'. So life is not fair, tapi hidup memang begitu, kita semua tahu hidup itu tidak pernah adil. Makanya bayi lahir nangis. Tidak ada yang lahir 'hore'," katanya.

Padahal, perencanaan APBN dirancang satu tahun sebelum diterapkan sehingga selalu menghadapi ketidakpastian. Dia juga mengakui, Rupiah dan harga minyak memang meleset dari target pada tahun lalu. Namun, negara tetap mampu mencapai penerimaan yang optimal.

"APBN 2018 berakhir dengan happy ending kok, penerimaan negara 102,5 persen dari target. Ada sebagian dikontribusikan oleh harga minyak dan nilai tukar tapi tidak dipungkiri kenaikan penerimaan atau prestasi penerimaan ini karena growth ekonomi dan perpajakan yang kita bisa collect," tandasnya.

Baca juga:
Soal Menteri Pencetak Utang, TKN Jokowi Minta Prabowo Pakai Data & Tak Asal Bicara
JK Soal Menteri Pencetak Utang: Tidak Ada Utang yang Tak Kita Bayar
4 Fakta Sindiran Prabowo Soal Menteri Pencetak Utang
Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi RI Bergantung pada 3 Menteri Ini
Prabowo Sebut Menkeu Diganti Jadi Menteri Pencetak Utang, Ini Kata Kemenkeu

(mdk/azz)