Curhatan Para Menteri Pakai Mobil Tua, Mobil Sering Mogok hingga AC Mati

UANG | 26 Agustus 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Seorang pejabat selayaknya memiliki kendaraan dinas nyaman dan aman untuk menunjang aktivitasnya. Sayangnya mobil dinas yang dipakai pejabat Indonesia setara Menteri sampai Presiden sudah berusia tua, bahkan usia sudah lebih dari 10 tahun.

Beberapa menteri mengatakan jika kondisi mobil dinasnya sering mengalami kerusakan dan tidak efisien, serta tidak layak untuk dipergunakan bagi pejabat negara.

Untuk itu Kementerian Sekretariat Negara telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan mobil dinas baru untuk para menteri, pejabat setingkat menteri, ketua/wakil ketua MPR, DPR, dan DPD mencapai Rp141,2 miliar.

Berikut ini curhatan para menteri terhadap kondisi mobil dinasnya:

1 dari 5 halaman

Cerita Menteri Luhut Mobilnya Sering Mogok

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendukung adanya rencana pengadaan mobil dinas baru untuk para menteri Joko Widodo periode 2019-2024. Menurutnya, mobil dinas yang lama sudah kurang layak untuk digunakan.

"Mobilnya sudah pada mogok, mobil saya sudah mogok berapa kali masih saja itu diomongin, heran saya, mobil saya saja sudah saya ganti, mobil saya pribadi, saya ganti mobil saya yang baru," tuturnya di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Jumat (23/8).

2 dari 5 halaman

AC Mati Sampai Bagasi Dilakban

Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara menceritakan kondisi mobil dinasnya. Dia mengatakan mengalami kendala terhadap mobilnya. Dia bercerita, pernah sewaktu-waktu air conditioner atau pengatur suhu mobil tak bekerja. Bahkan, bagasi belakang mobil tak bisa ditutup, sehingga harus di lakban hitam untuk menyarukan warna cat kendaraannya.

"Pernah AC-nya tidak berfungsi, pernah trunk atau bagasi tidak bisa ditutup, sehingga harus menggunakan lakban hitam," katanya kepada Liputan6.com.

Biasanya, Rudiantara mengatasi masalah ini, dirinya menukar mobil dinasnya dengan mobil sewaan dari Kementerian. Ataupun menggunakan kendaraan pribadinya.

"Bisa menggunakan mobil yang disewa Kementerian sebagai kendaraan operasional, penggantinya. Sesekali juga menggunakan mobil pribadi yang tentunya lebih nyaman," ujarnya.

3 dari 5 halaman

Jarang Pakai Mobil Dinas Karena Takut Mogok

Sementara itu, Kepala Staf Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut sudah sewajarnya mobil dinas menteri diganti yang baru. Menurut dia, mobil yang digunakan para menteri saat ini usianya sudah cukup tua.

"Ya mungkin sudah waktunya diganti. Mungkin (sudah tua)," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/8).

Moeldoko Bercerita, mobil dinas yang dipakainya saat ini sudah beberapa kali masuk bengkel. Sehingga, Moeldoko hanya beberapa kali menggunakan mobil dinasnya.

"Kadang-kadang pakai (mobil dinas). Cuma udah ke bengkel. Mobil saya kan sudah beberapa kali ke bengkel," ujar dia.

Dia menjelaskan, urgensi mobil dinas menteri diganti yaitu adalah masalah keamanan. Moeldoko sendiri mengaku takut apabila menggunakan mobil dinas untuk berpergian ke luar kota. Dia khawatir mobil tersebut akan rusak atau mogok di tengah jalan.

"Ya kan kita kadang-kadang perlu kecepatan tinggi, kenyamanan. Sebenarnya pendekatannya keamanan," tutur Moeldoko.

4 dari 5 halaman

Kondisi Mobil Presiden

Sama dengan kondisi mobil dinas menteri yang sering kali mogok. Mobil Presiden Jokowi juga beberapa kali mogok. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, hal ini karena mobil kepresidenan usianya sudah 10 tahun.

"Ya kan berkali-kali (mogok). Power window (jendela) enggak jalan, elektrik enggak jalan. Lantas pernah semua sound sistem di dalam mobil bunyi. Radio semua bunyi, kan enggak nyaman," kata Heru di Kemendagri, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Selain itu pernah ada indikatornya berwarna kuning dan merah. Semuanya hidup. "Ya berarti kan enggak boleh dipakai," ungkap Heru.

Menurut dia, wajar penggantian ini. Mengingat selain usia, tapi aktivitas dari Presiden juga.

"Kan aktivitasnya tinggi. Dilihat dari kilometernya. Jakarta-Bogor, terus keliling," jelas Heru.

5 dari 5 halaman

Ini Mobil Dinas Baru Menteri

Kementerian Sekretariat Negara mengungkapkan pengadaan mobil dinas menteri Kabinet Kerja, pejabat setingkat menteri, ketua/wakil ketua MPR, DPR, dan DPD telah dilakukan. Dikutip dari laman Setkab.go.id, mobil dinas nantinya akan memakai Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai pengganti Toyota Crown Royal Saloon.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive merupakan mobil ramah lingkungan berteknologi hybrid. Dari sisi interior mobil ini dilengkapi dua layar berukuran 8 inci dan 7 inci untuk yang menjadi pusat untuk mengatur beragam fitur di mobil.

Soal sistem keamanan, Toyota menerapkan rangkaian fitur, seperti Toyota Safety Sense II yang meliputi fitur Dynamic Radar Cruise Control, Lane Tracing Assist (LTA), Automatic High Beam, Adaptive High Beam System.

Ditambahkan Eddy, mobil dinas yang sekarang digunakan itu membutuhkan biaya perawatan yang tinggi sehingga perlu diremajakan dengan pertimbangan teknis, seperti faktor keamanan, keandalan, dan biaya pemeliharaan yang semakin mahal karena usia pemakaian

Dengan pertimbangan teknis tersebut, lanjut Asdep Humas Kemensetneg, maka pengadaan mobil dinas menteri baru dilakukan. Sesuai dengan anggaran yang tersedia, pada 2019 ini, Kemensetneg mengadakan kendaraan keras VVIP Kepresidenan sebanyak 2 unit melalui Sistem Penunjukan Langsung. Mengingat diperuntukkan bagi pengamanan presiden dan wakil presiden. (mdk/has)

Baca juga:
Jokowi Pakai Mercedes-Benz S 600 Guard, Menteri Dapat Toyota Crown
Resmi Diganti, Mobil Dinas Presiden Jokowi Mercedes Benz S 600 Guard
Tengok Mewahnya Toyota Crown G-Executive akan Jadi Mobil Dinas Baru Menteri
Kemensetneg Bakal Sediakan 103 Unit Mobil Dinas Baru untuk Jokowi dan Para Menteri
Menang Tender Mobil Menteri, Astra: Kami Selalu Ikuti Aturan dan Proses