Daftar 4 Ruas Tol yang Pemerintah Tawarkan ke Swasta, Termasuk Proyek Yogya-Solo

UANG » MAKASSAR | 21 November 2019 11:44 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menawarkan 4 proyek tol kepada pihak swasta dengan skema PPP (public private partnership) atau Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Hal ini diungkapkan di acara Market Sounding Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur di Auditorium Kementerian PUPR.

"Dengan market sounding hari ini kita akan lanjutkan pembangunan jalan tol ini yang sangat ditunggu masyarakat. Saya yakin ini akan untungkan bapak sekalian. Kami prioritaskan swasta nasional, baru nanti BUMN," tutur Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR, Reni Ahiantini, di Jakarta, Kamis (21/11).

Adapun penjajakan minat pasar melalui skema KPBU untuk 4 ruas jalan tol sepanjang 424,27 kilometer (Km) yakni pertama Jalan Tol Solo – Yogyakarta – NYIA Kulon Progo (93,14 Km) dengan biaya Rp28,58 triliun.

Kedua, Jalan Tol Yogyakarta – Bawen (76,36 Km) dengan biaya Rp17,38 triliun, ketiga Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya – Cilacap (206,65 Km) biaya sebesar Rp57,594 triliun dan keempat Jalan Tol Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 Km dengan biaya Rp9,41 triliun.

"Kita berkumpul untuk jaring masukan, tanggapan, dan minat dari investor terhadap proyek yang akan dikerjasamakan," ujarnya.

Dia bilang, pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai 'backbone' dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia. "Oleh karena itu, penyelenggaraan market sounding ini sangat penting dalam mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Pembangunan Tol dan Bandara di Yogyakarta Dinilai Akan Kurangi Angka Kemiskinan

Sejumlah pembangunan infrastruktur dilakukan di wilayah Yogyakarta, seperti jalan tol dan bandara internasional. Pembangunan infrastruktur ini dinilai akan mampu mengurangi angka kemiskinan di DIY. Adanya jalan tol dan bandara ini akan menciptakan peluang wisata mendukung konsep kota aeropolis.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Budi Wibowo menyampaikan, dibangunnya tol nantinya akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang luar biasa.

"Oleh karena itu tol Yogya sampai Cilacap bagaimana pun juga 2020 nanti harus mulai dibangun," ujar Budi saat ditemui di sela acara Seminar Nasional Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Marriott Hotel Yogyakarta, Rabu (13/11).

Budi mengungkapkan, tol nantinya akan disusul pula dengan berbagai pembangunan. Salah satunya yakni aerotropolis yang pastinya akan menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

"Aerotropolis mulai dibangun, wisata dibangun. Maka saya yakin Yogyakarta di atas rata rata nasional pertumbuhan ekonominya," papar Budi.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Tarif Tol Jagorawi Akan Naik
Kemenhub Ingin Tak Ada Perbedaan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek
Tol Yogyakarta-Solo Telan Biaya Rp25 T, Target Mulai Dibangun 2021
Perubahan Tarif Tol Makassar Berlaku Mulai 22 November 2019
Melihat Taman Betawi di Kolong Tol Joglo
Tol Balikpapan-Samarinda Ditarget Berfungsi Operasional Saat Libur Natal
Diresmikan Jokowi, Lampung-Palembang Bisa Ditempuh Selama 3 Jam