Dahlan akui masih ada perdagangan antar BUMN gunakan Dolar

UANG | 18 September 2013 22:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengakui hingga saat ini masih ada perdagangan antar perusahaan pelat merah menggunakan Dolar Amerika atau USD. Sebagai contoh perusahaan PT PLN dalam membeli batu bara dari PT Bukit Asam.

Transaksi menggunakan USD ini diakui ikut berpartisipasi dalam pelemahan Rupiah saat ini. Sementara, perdagangan antar BUMN tentunya membutuhkan USD yang cukup banyak.

Kebutuhan Dolar yang tinggi oleh sejumlah kalangan membuat keperluan kepemilikan akan mata uang asing tersebut meningkat. Hal ini yang menyebabkan likuiditas Dolar menyusut dan membuat nilai tukar Rupiah melemah.

"Transaksi USD yang membeli barang BUMN lain masih menggunakan USD. Misalnya Pupuk Indonesia membeli gas dari PGN masih menggunakan USD tapi sebenarnya tidak harus seluruhnya pakai USD," kata Dahlan dalam rapat bersama Komisi VI DPR, di Senayan, Jakarta, Rabu (18/9).

Dahlan akan mencarikan jalan keluar mengenai masalah ini dan semua perdagangan antar BUMN agar tidak harus menggunakan USD. "Ini kita bicarakan lagi bagaimana ini komponen yang harus tidak pakai USD," katanya.

Untuk membantu penguatan Rupiah terhadap USD, Dahlan sudah meminta semua BUMN menyimpan USD mereka dalam negeri. Selain itu, Dahlan juga sedang mengusahakan agar Pertamina melakukan hedging atau patok nilai tukar dalam impor BBM.

"Dibutuhkan dukungan bapak (DPR) sekalian. Bisa saja nasib jelek ujungnya nasib rugi dalam hedging. Jangan sampai pertamina dianggap merugikan negara," katanya. (mdk/bmo)

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.