Dahlan bersih-bersih, Rini Soemarno justru bikin BUMN rasa politik

UANG | 25 Maret 2015 07:06 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - Sayangnya, angin perubahan yang diperjuangkan Dahlan Iskan justru tidak berlanjut di era kepemimpinan Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN. Justru sebaliknya, Rini mendekatkan BUMN dengan unsur politik. Kursi komisaris beberapa perusahaan BUMN diduduki orang-orang titipan dari partai penguasa pemenang Pemilu 2014. Tim sukses pemenangan Jokowi-JK pun ikut kecipratan rezeki menjadi komisaris BUMN.

Kemunduran itu diakui Arif Puyono. Langkah bersih-bersih yang dilakukan Dahlan kembali dikotori di era pemerintahan baru. Upaya penguatan BUMN dari intervensi politik dan potensi korupsi justru dirusak secara sistematis.

Kebijakan yang dikeluarkan Rini Soemarno beberapa kali dikritik habis. Apalagi soal masuknya sejumlah politis dan tim relawan Jokowi di kursi petinggi perusahaan BUMN.

"BUMN dipegang Rini malah amburadul, tidak bagus sama sekali. Rini tidak dapat memimpin di Kementerian BUMN, tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Tidak becus," kritiknya.

Idealnya, pergantian kepemimpinan melahirkan perubahan yang lebih baik. Pemimpin baru seharusnya membawa konsep kemajuan bukan sebaliknya.

Tidak heran jika kinerja BUMN Indonesia selalu kalah dibanding BUMN negara lain seperti Singapura dan Malaysia. BUMN du dua negara tersebut tak diganggu unsur politik sehingga mampu menjadi lokomotif untuk perekonomian nasional.

"Paling penting memiliki jiwa pemimpin yang berani, orang yang profesional. Karena kalau kepalanya sudah busuk maka di bawahnya akan busuk juga," ungkapnya.

Pengamat Politik Ekonomi Dawan Rahardjo sependapat dengan Arif Puyono. Era kepemimpinan Dahlan Iskan berhasil menjauhkan perusahaan BUMN dari unsur politik. Berbanding 180 derajat dengan cara Rini Soemarno memimpin perusahaan-perusahaan BUMN yang justru menjadikan perusahaan BUMN semakin kental dengan rasa politik.

"Jadi yang benar itu adalah itu Dahlan, harusnya steril dari politik," ucapnya.


Diisi politisi dan relawan Jokowi, makin banyak korupsi di BUMN
Bahaya laten politisi duduk di kursi komisaris BUMN
Begal dan premanisme di tubuh BUMN era Jokowi-JK
Pengamat politik Sukardi Rinakit jadi komisaris utama BTN
Ini daftar tim sukses Jokowi yang diberi jatah komisaris BUMN
Pembelaan Menteri Rini soal jatah politisi PDIP di komisaris BUMN

(mdk/noe)