Dahlan Iskan Geram Masih Ada Orang yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Dahlan Iskan Geram Masih Ada Orang yang Tolak Vaksinasi Covid-19
Dahlan Iskan. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
UANG | 21 Januari 2021 21:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengaku geram dengan pihak dan orang yang menolak vaksinasi Covid-19. Menurut dia, vaksin adalah hal yang harus dilakukan untuk memutus penularan virus agar tidak meluas.

Secara tegas, Dahlan mendukung adanya vaksinasi yang dijalankan hampir seluruh negara di dunia, apalagi di Indonesia, status halal vaksin sudah teruji.

"Yang saya marah kalau nggak ada yang mau vaksinasi saja. Halal atau nggak di agama itu kan kalau dalam keadaan darurat itu nggak dipersoalkan lagi," ujarnya dalam diskusi virtual Jakarta CMO Club: The Life of Covid-19, Kamis (21/1).

Dahlan mengatakan, jika dia masuk ke daftar orang yang divaksinasi, dia akan langsung menerimanya.

"Jadi yang bilang nggak halal itu memang nggak mau saja. Orang kalau nggak mau, alasannya kan banyak. Karena sableng saja, mau beda. Dibilang bodoh juga dokter, dibilang orang biasa ya dia orang elit," ujar Dahlan.

Apalagi, seluruh vaksin mulai dari Sinovac, Pfizer hingga Novavax aman dan dirinya mempercayainya. "Mungkin Sinovac efikasinya 65 persen, tapi lebih aman. Pfizer 95 persen tapi risikonya lebih tinggi. Semuanya oke," katanya.

Dahlan bercerita, China juga tengah melaksanakan vaksinasi massal terutama untuk tenaga kesehatan dan orang-orang yang hendak ke luar negeri. Hal ini sudah dilakukan secara darurat sejak beberapa bulan lalu.

Sebelum ke luar negeri, warga China harus divaksinasi 2 kali dan menunggu 1 bulan. "Mereka sebelum berangkat, nggak bisa hari ini niat berangkat, besok berangkat, nggak bisa," tuturnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Cerita Dahlan Iskan Sulitnya Mengidap Covid-19 dengan Penyakit Bawaan
Anies Baswedan Didesak Buka Lahan Makam yang Telah Dibeli Pemprov DKI
Keterpakaian Tempat Tidur RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Paling Tinggi se-Pulau Jawa
Satgas Covid-19: Hampir Setengah Zona Merah Ada di Jawa dan Bali
Satgas Tegaskan Kenaikan Kasus Tak Terkait dengan Covid-19 Varian Baru Inggris

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami