Dahlan Iskan: Setiap Pembentukan Holding BUMN Selalu Saja Ribut

Dahlan Iskan: Setiap Pembentukan Holding BUMN Selalu Saja Ribut
UANG | 17 September 2020 12:47 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan membeberkan alasan Indonesia membutuhkan waktu lama untuk membubarkan Kementerian BUMN dan membentuk holding seperti Tamasek. Hal ini sebelumnya disinggung oleh Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dahlan mengatakan, selama ini setiap kali pembentukan holding disuarakan maka selalu muncul suara-suara penolakan dari segala sisi. Penolakan datang dari berbagai pihak terutama dari serikat buruh.

"Selama ini setiap kali dirancang pembentukan holding selalu saja ribut. Selalu terjadi penentangan yang keras dari masing-masing internal perusahaan. Terutama dari serikat buruhnya," ujar Dahlan, Jakarta, Kamis (17/9).

Dahlan mengatakan, sulitnya pembentukan holding di BUMN selama ini antara lain, karena harus lewat persetujuan DPR. Setidaknya perlu proses politik yang sangat panjang dan DPR belum tentu setuju.

"Nah, siapa tahu pemerintah sekarang sudah sangat yakin bahwa DPR yang sekarang bukan masalah lagi. Awalnya saya termasuk yang setuju dengan pembentukan superholding secepatnya. Sekaligus sebagai tanda berakhirnya Kementerian BUMN," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Harus Ubah Undang-Undang...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami