Dalam 5 tahun, pariwisata Indonesia butuh 2,5 juta tenaga kerja

UANG | 13 Februari 2017 10:04 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gede Pitana, mengatakan Indonesia membutuhkan sedikitnya 2,5 juta tenaga kerja dalam lima tahun mendatang. Dia mengatakan pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat cepat dan sangat tinggi menyerap tenaga kerja.

"Kita membutuhkan 2,5 juta tenaga kerja. Sekitar 70 persen diantaranya untuk tingkatan pekerja vokasi," ujar Pitana seperti dikutip Antara di Jakarta, Senin (13/2).

Oleh karena itu, dia meminta agar sumber daya manusia untuk bidang pariwisata benar-benar disiapkan terutama sekali tenaga kerja profesional.

"Pariwisata ini adalah ilmu dan kita punya banyak tugas untuk mengembangkan ilmu ini," ungkap Pitana seraya menambahkan selama ini masih jarang pekerja profesional pariwisata yang berlatar belakang pendidikan tinggi spesifik pariwisata.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya, Djisman S Simandjuntak, mengatakan pertumbuhan industri pariwisata semakin besar jumlahnya di dunia.

"Layanan 'leisure' ini memang dulu lebih ke arah hedonis sifatnya, bahkan cenderung ke 'sensual leisure'. Namun ada gerakan besar sekarang ini yang menjadikan pariwisata sebagai kultur," jelas Djisman.

Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Agus W Soeharto, mengatakan pariwisata memang baru diakui sebagai ilmu yang perlu diajarkan di Indonesia pada 2008.

"Bandingkan di negara-negara maju yang sudah lama menggeluti ilmu ini dan membangun industri pariwisata mereka yang maju pesat," kata Agus.

Menurut Agus, tren pariwisata di dunia diwarnai empat fenomena penting. Pertama, komoditasisasi lebih besar yang semakin menantang beberapa pengelola pariwisata karena ruang kegiatan yang lebih luas.

Kedua, ekonomi berbagi yang di beberapa tempat memporak-porandakan sistem pemasaran pariwisata konvensional. Ketiga, kemajuan teknologi yang memacu peningkatan dan pengembangan pariwisata, antara lain pemanfaatan "Big Data Analysis" untuk mendalami perilaku konsumen pariwisata.

Serta keempat, generasi milenial yang merupakan segmentasi pasar yang menarik. (mdk/bim)

Menikmati romantisnya panorama alam Bukit Asmara Situk Banjarnegara

Wisata Curug Tilu, nuansa Arizona di belantara Purwakarta

Pengembangan KEK jadi salah satu pemerataan pembangunan RI

Dari 100 juta turis China, baru 1 persen pilih berlibur ke Indonesia

Menteri Susi: Kemenpar akan ajari orang KKP bersihkan pelabuhan

Kemenpar gandeng KKP kembangkan wisata bahari di Indonesia

Menikmati kesejukan dan keindahan alam di Pasir Langlang Purwakarta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.