Dalam Sebulan, Harta 20 Orang Kaya Dunia Lenyap Rp4.248 Triliun

Dalam Sebulan, Harta 20 Orang Kaya Dunia Lenyap Rp4.248 Triliun
UANG | 18 Maret 2020 08:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Orang kaya dunia harus terus menelan pil pahit di tengah wabah virus corona atau covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia. Dalam sebulan, 20 orang terkaya dunia harus menelan kerugian hingga USD 293 miliar (Rp4.248 triliun) akibat anjloknya pasar saham dan kondisi ekonomi lain dalam sebulan.

Mengutip laman Forbes, kejatuhan pasar saham dan ekonomi merupakan dampak lanjutan dari menyebarnya virus corona.

Dari kerugian tersebut, anjloknya pasar saham berkontribusi menghilangkan harta orang terkaya dunia hingga USD 68 miliar (Rp986 triliun), usai indeks S&P dan Down turun masing-masing 12 persen dan 13 persen, pada perdagangan pasar di Senin (16/3).

Secara total, kekayaan gabungan para 20 miliuner tersebut terpangkas dari USD 1,4 triliun menjadi USD 1,1 triliun.

Di antara mereka, CEO LVMH, Bernard Arnault, konglomerat fashion yang mengalami penurunan kekayaan paling tajam. Kekayaannya merosot USD 29,6 miliar (Rp429,2 triliun), sejak 13 Februari menjadi hanya USD 79,9 miliar (Rp1.158 triliun) pada 16 Maret 2020. Saham LVMH turun hampir 30 persen selama sebulan terakhir.

Secara presentase, Mukesh Ambani dari India, yang merupakan pendiri Reliance Industries telah kehilangan hampir sepertiga dari kekayaannya. Kini tersisa USD 38,6 miliar atau Rp559,7 triliun.

Sementara Jef Bezos, orang paling kaya sejagat, kekayaannya susut USD 5,3 miiar atau sebesar Rp79 triliun pada Senin kemarin. Hartanya turun menjadi USD 105,1 miliar setara Rp1.586 triliun.

Secara total, Bezos berada pada posisi kedua yang hartanya hilang di belakang Arnault. Dia kehilangan USD 25,6 miliar (Rp371,2 triliun) sejak Februari secara total.

Bill Gates kehilangan harta USD 5,8 miliar (Rp84,1 triliun) menjadi USD 97,8 miliar atau Rp1.418 triliun.

Kekayaan CEO Facebook Mark Zuckerberg juga jatuh senilai USD 8,8 miliar (Rp127,6 triliun) setelah saham Facebook anjlok lebih dari 14 persen.

Hartanya saat ini tersisa USD 54,3 miliar atau Rp787,3 triliun, turun 31 persen sejak virus corona menyebar.

Mantan kandidat Presiden Amerika Serikat, Michael Bloomberg dengan kekayaan USD 50,9 miliar atau Rp738 triliun, dan keluarga Koch, yakni Charles dan Julia (masing-masing memiliki harta USD 40 miliar atau Rp580 triliun) adalah satu-satunya yang sedikit beruntung.

Mereka tidak mengalami kerugian terlampau besar karena kekayaan yang berbasis di perusahaan swasta, yang sebagian besar terhindar dari penetapan harga pasar publik.

1 dari 2 halaman

Jack Ma Sumbang 1 Juta Masker dan 500.000 Alat Tes Virus Corona ke Amerika

sumbang 1 juta masker dan 500000 alat tes virus corona ke amerika rev2

Miliuner China dan pendiri Alibaba, Jack Ma mengatakan akan menyumbang 500.000 alat tes virus corona dan 1 juta masker ke Amerika Serikat (AS).

Jack Ma menuturkan, peralatan tes dan masker siap dikirim. Hal itu disampaikan melalui media sosial Weibo, dikutip dari CNN, Senin (16/3).

"Menggambarkan pengalaman negara saya, kecepatan dan akurasi tes dan peralatan perlindungan personel yang cukup untuk ahli medis sangat efektif untuk mencegah penyebaran virus," kata dia.

"Kami harap sumbangan ini bisa membantu warga Amerika melawan pandemi," imbuhnya.

Tawaran Jack Ma untuk menyumbang ini muncul setelah Presiden A,S, Donald Trump mengumumkan keadaan darurat nasional dan mengeluarkan USD 50 miliar sumber daya federal untuk memerangi virus corona di tengah kritik kelambanan pemerintah dalam menanggapi dan melakukan tes virus corona ketika penyakit itu menyebar dari Asia ke pantai-pantai Amerika.

2 dari 2 halaman

Sumbang ke Jepang

jepang rev2

Jack Ma juga menyumbangkan 1 juta masker ke Jepang pada 2 Maret dan berupaya mengirim 1 masker ke Iran pada 6 Maret menurut unggahannya di Weibo.

Pada unggahan 11 Maret dia menulis 1,8 juta masker dan 100.000 alat tes akan dikirim ke Eropa dengan gelombang pertama tiba di Belgia pekan ini. Dia juga mengungkapkan rencana menyumbang ke Italia dan Spanyol, dua negara Eropa yang juga dilanda wabah.

Cina adalah negara pemasok terbesar masker. Ketika krisis virus Corona di Cina meningkat pada Januari negara itu membatalkan ekspor masker ke seluruh dunia sembari menganggarkan pembelian masker dari berbagai negara.

Beberapa pengamat menilai sumbangan Jack Ma bisa dinilai untuk menunjukkan kekuasaan

Di akhir pernyataannya, Jack Ma mengutip slogan dari pendiri Amerika, Benjamin Franklin: "Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh."


Reporter : Tiara Sekarini

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Cuitan Pertama Orang Terkaya China, Kirim Sumbangan Masker ke Amerika
5 Orang Terkaya Ini Berusia di Bawah 40 Tahun Tapi Kekayaannya Capai Triliunan
Deretan Miliuner Dunia Sisihkan Kekayaan untuk Perangi Virus Corona
Dampak Virus Corona, Kekayaan Bos Facebook Berkurang Rp59 Miliar
Harta 10 Orang Terkaya Dunia Lenyap Rp535 Triliun Akibat Ambruknya Pasar Saham
5 Profil Lengkap Perempuan Indonesia Terkaya Versi Forbes

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami