Dampak Buruk Jika IHSG Terus Anjlok

Dampak Buruk Jika IHSG Terus Anjlok
UANG | 17 Maret 2020 12:28 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami tekanan mendalam sejak beberapa waktu terakhir. Pagi tadi, IHSG dibuka melemah 106,77 poin atau 2,31 persen ke posisi 4.580,41.

Analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji mengatakan, dampak terburuk jika IHSG terus anjlok secara jangka panjang akan menghantam kinerja emiten atau perusahaan publik. Di mana, sektor konsumsi dan perbankan dikhawatirkan berdampak paling besar.

"Pergerakan IHSG melemah dampak terburuknya kan sektor konsumsi kemungkinan emiten akan mengalami kinerja penurunan. Pihak banking juga alami penurunan," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Selasa (17/3).

Dia mengatakan, sektor perbankan bisa saja keluar dari tekanan penurunan IHSG tersebut. Salah satu langkahnya dengan melakukan mitigasi risiko yang cukup baik di masing-masing perusahaan.

"Dengan begitu maka pergerakan IHSG relatif dia baik. Untuk sementara ini demikian. Karena kalau dilihat dari tahun ke tahun sektor perbankan masih trend," kata dia.

Sementara itu, terkait dengan pemulihan IHSG, dirinya mengaku tidak bisa memprediksi. Sebab kondisi pelemahan ini juga imbas dari perkembangan virus corona, apalagi WHO juga sudah menetapkan ini sebagai pandemi internasional. "Di sisi lain pelaku pasar juga masih khawatir," katanya.

1 dari 1 halaman

Dia mengatakan, jika ingin membalikkan posisi IHSG di level positif bisa berangkat mulai dari global dulu. Misalnya, jika penyebaran virus corona sudah tidak begitu agresif lagi karena beberapa negara sudah menerapkan mitigasi risiko yang baik, efektif sesuai dengan protokol WHO.

"Kita juga melihat misalkan dari perkembangan vaksin bagaimana di AS saya rasa sudah bikin vaksin sudah jadi tinggal dipakai dan dijual, kalau dikomersialisasikan bisa mendatangkan devisa buat dia," jelas dia.

Dia menyebut jika perkembangan pembuatan vaksin bisa berjalan positif, maka bisa dikombinasikan dengan statmen WHO. Artinya dunia sudah tidak perlu khawatir karena vaksin dibuat oleh AS diyakini bisa meredam penyebaran virus asal China itu.

"Karena penting ini paling didenger dan mempengaruhi sehingga kita munculkan statement positif tersebut," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Asing Jual Saham Rp549 Miliar, IHSG Ditutup Anjlok ke Level 4.693
OJK Diminta Cabut Ketentuan Buyback Saham Tanpa Persetujuan RUPS
IHSG Ambruk, Berikut Deretan Saham Bisa Dipertimbangkan Investor
BPJamsostek Soal IHSG Terimbas Virus Corona: Momen Beli Barang Bagus Harga Murah
PT PP Siapkan Rp250 Miliar untuk Buyback Saham
Bos BEI Sebut Pembekuan Perdagangan Saham Bukan Protokol Krisis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami