Dampak Pandemi, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Turun Sepanjang 2020

Dampak Pandemi, Peserta BPJS Ketenagakerjaan Turun Sepanjang 2020
BPJS Ketenagakerjaan. ©bpjsketenagakerjaan.co.id
UANG | 18 Januari 2021 15:45 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan mencatat terdapat penurunan peserta BPJS Ketenagakerjaan sepanjang 2020. Hal tersebut terjadi karena adanya pandemi Virus Corona.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah mengatakan, tren peserta BPJS Ketenagakerjaan terus naik setiap tahun. Namun mengalami penurunan pada tahun lalu.

"Kita bisa lihat ada kenaikan 2016, 2017, 2018 dan 2019. 2020 ada penurunan karena ada banyak perusahaan yang mengalami dampak pandemi Virus Corona," ujarnya, Senin (18/1).

Ida merinci, pada 2019 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 54 juta. Kemudian pada 2020 mengalami penurunan hingga 51 juta. Penurunan tidak hanya pada kepesertaan tetapi juga keterlibatan dalam program juga turun.

"Kalau dilihat kepesertaan JKK dan Jaminan kematian biasanya dua jaminan ini kita bisa lihat 2016 yaitu 22 juta, 2019 naik 34 juta, tahun 2020 karena pandemi turun jadi 31 juta. Kemudian jaminan pensiun saya kira naik sampai 2019 trennya 2020 turun. Yang ini kepesertaan jaminan hari tua juga demikian," tandasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Per Hari Ini, Baru 18 Pekerja Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terdaftar di BPJamsostek
BPJamtostek Beri Santunan Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ-182 Hingga 48 Kali Gaji
Berikut Nama Calon Direksi dan Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 66.924 Rekening Pekerja Bermasalah dan Belum Terima Bantuan Subsidi Upah
BPJamsostek Cairkan Klaim Rp33,79 T per November, Melonjak Imbas PHK Saat Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami