Dampak Positif dan Negatif dari Job-Hopping, Milenial Musti Tahu

Dampak Positif dan Negatif dari Job-Hopping, Milenial Musti Tahu
generasi milenial. ©2018 istimewa
EKONOMI | 9 Mei 2022 07:30 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Job-hopping adalah perilaku untuk berpindah-pindah tempat kerja dalam kurun waktu yang cukup singkat karena alasan tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak karyawan yang mengundurkan diri dalam waktu singkat.

Dalam bahasa Indonesia, job-hopper sering disebut kutu loncat, karena berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Pengunduran diri umumnya dilakukan dalam kurun waktu di bawah satu tahun saat bekerja di satu perusahaan. Salah satu pertimbangannya adalah untuk mencari peluang lainnya di tempat kerja yang baru.

Kebiasaan berpindah-pindah kerja ini sering dianggap sebagai hal yang negatif. Karena kebiasaan tersebut, orang yang suka melakukan job-hopping dinilai sebagai karyawan yang tidak loyal terhadap perusahaan dan terkesan mudah menyerah pada situasi. Padahal banyak pekerja memiliki alasan tersendiri untuk melakukan job-hopping dalam berkarir.

Seiring berjalannya waktu, dunia kerja makin berubah. Berbeda dengan lingkungan pekerjaan sebelumnya, kini banyak orang yang mulai menyadari bahwa job-hopping tidak selamanya buruk dan melihat fenomena ini dari sisi yang berbeda.

Berikut dampak positif dan negatif dari Job-Hopping dikutip JobStreet.

2 dari 3 halaman

Dampak Positif

1. Pengetahuan dan pengalaman yang beragam

Anda dapat menonjolkan berbagai pengalamanmu di sejumlah industri dan perusahaan melalui CV saat melamar kerja. Latar belakang yang beragam bisa jadi menarik perhatian para rekruter. Hal tersebut karena Anda dianggap berpotensi membangun cara pandang yang lebih luas.

2. Membangun networking

Job-hopping akan memberikan kesempatan untuk memperluas pengalaman dan relasi di dunia profesional. Dari tempat kerja yang berbeda-beda, sangat mungkin untuk membangun networking yang bisa berguna untuk kamu nantinya.

Selain itu, memiliki networking yang luas juga bisa menjadi nilai tambah tersendiri bagi perusahaan karena Andadapat melebarkan relasi perusahaan dan bisa jadi mempermudah pekerjaan saat Anda membutuhkan koneksi dari bidang tertentu.

3. Kesempatan menemukan karir yang tepat

Melalui job-hopping bukan tidak mungkin Anda dapat menemukan karir yang dirasa tepat. Banyaknya pengalaman dari berpindah-pindah tempat kerja, bisa membuat Anda lebih memahami soal apa yang diinginkan dalam karir. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah untuk menemukan karir yang tepat untuk dijalani.

4. Menunjukkan soft skill dalam beradaptasi

Berpindah-pindah tempat kerja, berarti Anda perlu memiliki kemampuan beradaptasi yang baik, fleksibel, cepat belajar, serta tidak takut akan perubahan. Ini bisa jadi kemampuan lintas bidang (transferable skills) yang banyak dicari di berbagai industri dan perusahaan.

5. Meningkatkan gaji

Meskipun tak menjamin, dalam beberapa kasus, berpindah kerja bisa jadi langkah yang efektif untuk menaikkan standar gaji Anda. Dalam hal ini, bisa saja Anda menemukan perusahaan lain yang mau memberikan standar gaji yang lebih tinggi untuk posisimu dan memberikan upah kerja yang sepadan dengan kemampuanmu.

3 dari 3 halaman

Dampak Negatif

dampak positif dan negatif dari job-hopping, milenial musti tahu

1. Perusahaan Ragu

Tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan bisa menjadi ragu untuk mempekerjakan Anda karena Anda tidak segan untuk melakukan pengunduran diri dalam waktu singkat. Perusahaan bisa saja khawatir Anda akan melakukan hal yang sama ketika bekerja di sana nantinya.

Apalagi, karyawan yang pindah kerja dalam waktu cepat bisa jadi kerugian bagi perusahaan dan tim di dalamnya karena mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk melakukan rekrutmen. Risiko lainnya adalah hal ini bisa memperlambat proses pekerjaan tim mereka.

2. Kinerja Dipertanyakan

Penilaian akan pekerjaan Anda di perusahaan sebelumnya mungkin akan jadi pertanyaan. Untuk menjaga-jaga, wajar bagi perusahaan mencurigai apa alasan Anda sering berpindah kerja adalah karena memang kinerjamu yang memang kurang baik di perusahaan-perusahaan sebelumnya.

3. Kurangnya kepuasan kerja

Seseorang yang melakukan job-hopping dapat merasa tidak puas akan pekerjaannya karena terus ingin mencari yang sesuai dengan tujuan karir. Meskipun kesannya terus bergerak, salah satu risiko terbesar dari job-hopping adalah Anda bisa saja merasa tidak berkembang atau tersendat di suatu level pekerjaan.

Berulang kali melakukan adaptasi di tempat baru bisa saja menyebabkan pengetahuanmu di satu bidang jadi tidak mendalam.

(mdk/azz)

Baca juga:
Tertarik Investasi Barang Branded, Kenali Dulu Seluk Beluk Hingga Tips dan Triknya
Kata Perencana Keuangan Soal Investasi Kripto, Penjelasan Lengkap Hingga Untung Rugi
5 Tips Sehatkan Keuangan Pasca Libur Lebaran
Tips Keuangan: Cara Hindari Utang Saat Terdesak Butuh Dana Cepat
Tips Bijak Kelola THR untuk Generasi Sandwich
Tips Bebas Utang Usai Mudik Lebaran

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami