Dana Asing Rp980 Miliar Kabur dari RI Dipicu Wabah Virus Corona

UANG | 24 Januari 2020 16:00 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Bank Indonesia mencatat modal asing masuk ke Indonesia melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp3,8 triliun hingga 23 Januari 2018. Namun demikian, aliran modal keluar atau capital outflow di pasar saham juga terjadi sebanyak Rp980 miliar.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, aliran modal keluar terjadi karena kondisi geopolitik global dan maraknya wabah virus corona. Ini terbukti dengan terjadinya penurunan harga saham.

"Week to date hingga 23 Januari SBN yang masuk Rp3,8 triliun dan saham ada outlfow Rp0,98 triliun," kata Perry di Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (24/1).

Secara keseluruhan, dana asing masuk Indonesia secara year to date mencapai Rp25,79 triliun. Menurut Perry, ini membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat, para pelaku pasar, eksportir, importir.

"Terutama kepercayaan investor atas neraca ekonomi Indonesia yang membaik," katanya.

1 dari 2 halaman

Virus Corona Belum Masuk Indonesia

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan bandara-bandara di Indonesia guna mencegah masuknya virus corona dari China.

"Antisipasi Indonesia terhadap masuknya virus corona di bandara-bandara kita sudah sangat ketat, sudah sangat baik," ujar Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (24/1).

Awaluddin memaparkan, upaya pencegahan datangnya virus corona telah diinisiasi oleh tiga pihak. Antara lain dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), operator bandara, dan rekomendasi pihak regulator.

"Yang SOP standar itu dilakukan di teman-teman Kantor Kesehatan pelabuhan. Jadi KKP itu sudah sangat proaktif. Di semua operasi kebandarudaraan proses-proses ini sudah berjalan sangat baik menurut saya, dan langsung di-handle oleh teman-teman kantor kesehatan pelabuhan," jelasnya.

"Yang kedua, kita mengikuti arahan dari regulator, karena regulator juga tidak diam. Regulator juga memantau sangat ketat, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan perizinan atau izin rute dan penerbangan dari luar," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Antisipasi Masuknya Virus Corona

Operator bandara katanya terus memantau dan mengantisipasi masuknya virus corona dari China.

"Bu Dirjen (Perhubungan Udara, Polana B Pramesti) tuh selalu update ke kita. Jadi tiap ada perkembangan kayak bandara Wuhan kan ditutup tuh kemarin, jadi banyak penumpang tertahan karena penerbangan juga ditutup," sambungnya.

Dia pun memastikan, bandara-bandara besar yang jadi tempat berlabuh penumpang pesawat dari luar negeri seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara internasional Ngurah Rai di Denpasar, Bali masih aman dari virus corona.

"Kalau khusus hari ini di bandara besar kami seperti di Soekarno-Hatta itu belum ada. Jadi mudah-mudahan tidak terjadi dan bisa terkendali," tukas Awaluddin. (mdk/idr)

Baca juga:
Gubernur BI Prediksi Inflasi Januari 0,42 Persen, Disumbang Cabai dan Bawang
Ombudsman Sebut Pengembalian Tugas OJK ke Bank Indonesia Pernah Dilakukan Negara Lain
Bank Indonesia Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5 Persen
Jokowi Sebut Penguatan Rupiah Bikin Eksportir Terancam, Ini Tanggapan BI
DPR Akui Ada Wacana Minta OJK Dibubarkan dan Pengawasan Kembali ke BI
DPR Usul Fungsi Pengawasan OJK Dikembalikan ke BI, Ini Kata Sri Mulyani

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.