Dana Asuransi Jiwa Siap Dialokasikan untuk Pembangunan Infrastruktur

UANG | 11 September 2019 17:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) siap mengalokasikan dana untuk proyek infrastruktur yang direncanakan pemerintah. Dana tersebut ialah uang yang dihimpun dari asuransi jiwa.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tam‎pubolon mengatakan, asuransi jiwa memungkinkan untuk memodali pembangunan infrastruktur, sebab dana yang dihimpun sifatnya jangka panjang untuk disalurkan ke pesertanya.

"Ada satu karakteristik industri asuransi jiwa yang mungkin tidak dimiliki banyak industri keuangan lainnya, kontrak polis asuransi jiwa jangka panjang contoh 20 tahun ke depan, polis pendidikan sampai sarjana atau polis asuransi jiwa seumur hidup jadi kontrak jangka panjang," kata ‎Budi, di Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut Budi, dengan pendanaan jangka panjang maka bunga pinjaman pun menjadi bisa lebih rendah dibanding bunga pinjaman yang diberikan perbankan. Dia pun menyebut bungan pinjaman bisa di bawah 10 persen.

"Hari ini dana pembangunan infrastruktur diambil dari bank ada sedikit catatan ketika pembangunan infrastruktur didanai dengan kredit perbankan, pada umumnya berasal dari pihak ketiga wujudnya Giro, tabungan dan deposito sifatnya jangka pendek. Tapi harus diinvestasikan jangka panjang, karena itu adalah risiko maka biasanya tingkat bunga agak tinggi‎," papar Budi.

Minat AAJI untuk memodali pembangunan infrastruktur telah dibicarakan dengan beberapa lembaga ‎pemerintah. Namun Budi menginginkan adanya insentif bagi industri keuangan asuransi jiwa berupa keringan pajak, sehingga membuat minat masyarakat untuk mengikuti asuransi jiwa meningkat.

‎"Kupon obligasinya misalnya bisa mendapatkan kemudahan pajak, maka ini akan beneficial buat asuransi jiwa dan buat pemegang polis kemudian kedua kalau ada usulan kedua bisa disetujui apa yang dibayarkan untuk premi proteksi asuransi jiwa bisa mendapatkan kemudahan pajak dari PPh turun sedikit," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pembayaran Klaim Asuransi Jiwa Naik jadi Rp65,7 Triliun di Kuartal II-2019
AAJI Usul Masyarakat Mampu Tak Lagi jadi Peserta BPJS Kesehatan
AAJI Catat Industri Asuransi Jiwa Raup Total Pendapatan Rp118 T di Kuartal II 2019
Great Eastern Tawarkan Asuransi Jiwa dengan Satu Kali Pembayaran Premi
Bank Dunia Ingatkan Ancaman Dampak Bangkrutnya Bumiputera dan Jiwasraya
Bank Dunia Minta OJK Waspadai Konglomerasi Keuangan dan Industri Asuransi RI

(mdk/idr)