Dana pembebasan lahan proyek tol di Jateng capai Rp 1,6 triliun

UANG » MALANG | 6 Agustus 2014 20:36 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Selain membahas soal PLTU Batang, rapat bersama antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Chairul Tanjung juga membicarakan soal percepatan proses pembangunan beberapa ruas jalan tol di Jawa Tengah. Pemerintah menyediakan dana Rp 1,6 triliun khusus untuk pembebasan lahan.

"Proyek jalan tol daerah Jateng yang sampai kini masih alami banyak kendala. Pertama pembebasan lahan tanah. Dana yang ada sudah tersedia sebesar Rp 1,6 triliun. Ada ditangan dirjen Bina Marga yang akan melakukan pencairanya," ungkap Chairul Tanjung di Semarang, Rabu (6/8).

CT sapaan akrabnya memerintahkan kepada badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) untuk langsung berkoordinasi dengan investor dan Pemprov Jateng dalam proses percepatan pembebasan lahan.

"Selanjutnya investor dibayarkan dan diganti dana landscaping yang merupakan dana dari pemerintah pusat. Proses percepatan jalan tol bisa cepat dilaksanakan," ungkapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menambahkan, dana sebesar Rp 1,6 triliun itu akan digunakan untuk biaya pembebasan lahan untuk 5 ruas jalan tol. Antara lain, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Batang- Semarang, Bawen-Solo dan itu sekitar Semarang-Salatiga-Boyolali. "Batang kita kasih PR 2 mau buatin tol tidak sama PLTU Batang. Tanahnya kebetulan dari Kodam dan PTPN. Kalau punya negara biasanya prosesnya cepat. Dana sebesar Rp 1,6 triliun dari pemerintah yang merupakan dari investor dalam negeri," tegasnya.

Untuk ruas tol Semarang-Solo, Pemprov Jateng tinggal melanjutkan proses pembebasan tanah di ruas Bawen-Solo.

"Total pergerakan pembebasan tanahnya kini masih berkisar 5 persen. Progres dan duit sudah datang tinggal akselekrasi untuk mekanisme pencairan dan penyerahan ke warga yang tanahnya dibebaskan guna pembangunan jalan tol dibeberapa daerah diantaranya di Kabupaten Semarang, Salatiga, Boyolali, Batang, Pemalang dan Brebes."

"Kalau satu tahun bisa berjalan, dengan dana pemerintah ini, maka Bawen-Solo bisa rampung. Apalagi proses pembebasan lahannya akan dilakukan bareng," ucapnya.

(mdk/noe)