DANA Targetkan Makin Banyak UMKM Go Digital

UANG | 20 November 2019 17:32 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - CEO DANA Vincent Iswara mengungkapkan pihaknya menargetkan semakin banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar terlibat transaksi digital di Indonesia.

"UMKM yang kita targetkan makin besar. Tiap hari UMKM kita 3.000-5.000 per hari kita akuisisi pembayaran atau acceptance-nya," tuturnya di Jakarta, Rabu (20/11).

Dia mengatakan, ke depan perusahaan akan fokus pada dua strategi untuk pengembangan DANA, salah satunya terkait keamanan data. "Strategi kita pertama ialah open platform. Kedua ialah secured, transaksi aman. User sangat kecil sekali kehilangan dana. 100 persen kita guarantee," ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengklaim hingga hari ini belum pernah terjadi gangguan (down) pada sistem aplikasi pembayaran digital di DANA. Vincent pun optimistis angka pertumbuhan UMKM akan terus tumbuh seiring dengan tingginya permintaan dari pelaku usaha.

"Jadi jika ke depan growth kita 3 sampai 4 kali lipat tidak ada masalah. Scalingnya sangat baik. Kita akan selalu berusaha untuk semakin baik dan tidak terbatas pada satu penggunaan pembayaran saja," paparnya.

1 dari 1 halaman

Perluas Pasar Pembayaran Digital

Vincent mengatakan, tengah membidik perluasan pasar di Indonesia usai mengukuhkan kerjasamanya dengan PT Blue Bird Tbk hari ini.

Dia mengatakan, untuk transaksi per harinya saja, DANA telah menyentuh 3 juta transaksi. Sedangkan sampai akhir Oktober 2019, pengguna DANA telah mencapai 30 juta users.

"Tentu kita ingin semua masyarakat menggunakan DANA. Potensi pasar transportasi juga besar sekali di sini. Dan kebutuhan transportasi akan tetap meningkat," tuturnya di Jakarta, Rabu (20/11).

Namun demikian, Vincent belum menyebut target seberapa banyak pengguna DANA atas kolaborasinya dengan Blue Bird pada hari ini. "Nanti kita sampaikan usai data terbaru updated akurat," paparnya.

Dia pun melanjutkan, pihaknya senang karena segmentasi bisnis DANA tak hanya terfokuskan pada satu layanan semata perusahaan.

"Oh kita sangat merata. Digital goods, offline, semuanya rata 25 persen. Jadi gak ada yang begitu dominant sebarannya. Aplikasi kita dipakai berbagai macam," tegasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Genjot Penyaluran KUR, Kemenperin Lakukan Pertukaran Data IKM dengan BRI
Masih Gaptek, Pelaku UMKM di Jateng Sulit Pasarkan Produk
Saingi Produk China, Pemerintah Sediakan Tikar 'Pintar' untuk Jemaah Haji & Umrah RI
Manfaatkan Big Data, Cara Majukan UMKM agar Bisa Bersaing Secara Global
Pemerintah Diminta Perluas Akses Pendanaan UMKM
Januari 2020, Bunga Kredit Usaha Rakyat Turun Menjadi 6 Persen