Defisit APBN Diprediksi Capai 2,2 Persen Hingga Akhir 2019

UANG | 25 Oktober 2019 12:20 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Keuangan memproyeksi defisit Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) mencapai 2 hingga 2,2 persen hingga akhir tahun. Perkiraan defisit tersebut dengan mempertimbangkan potensi penerimaan dan belanja pada tahun berjalan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, pelebaran defisit tersebut dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global yang memunculkan ketidakpastian yang cukup tinggi.

"Bicara pelebaran defisit, sampai akhir tahun diproyeksi sebesar 2 sampai 2,2 persen PDB karena ketidakpastian tinggi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (25/10).

Adapun realisasi defisit APBN hingga akhir Agustus 2019 lalu mencapai Rp199,06 triliun atau sekitar 1,24 persen PDB. Posisi keseimbangan primer pada periode yang sama berada pada posisi negatif Rp26,64 triliun.

Luky melanjutkan, APBN merupakan alat untuk menghadapi perubahan ekonomi yang terjadi sewaktu-waktu. Dalam tekanan ekonomi global yang fluktuatif perlu dilakukan penyesuaian supaya ekonomi tidak terpuruk semakin dalam.

"Ketika ekonomi dalam tekanan, itu butuh stimulus supaya ekonomi tadi tidak terpuruk dalam, salah satunya pelebaran defisit. Karena APBN itu tools atau alat menghadapi perekonomian kita," jelasnya.

Pemerintah akan terus berupaya menjaga agar defisit APBN sesuai dengan perundang-undangan. "Jadi kita tidak perlu khawatir akan lebih 3 persen, pemerintah tetap konsisten sesuai undang-undang keuangan negara, terus ada fleksibilitas tapi tetap hati-hati dan prudent," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Penerimaan Lesu, Pemerintah Putuskan Tarik Utang Lebih Besar
Digadang jadi Menteri Lagi, Airlangga Diminta Selesaikan Defisit Neraca Perdagangan
Stabilisasi Rupiah, Pemerintah Harus Atasi Defisit Migas
Pembentukan PIMD Pertamina Dinilai Perkecil Defisit Neraca Perdagangan
Defisit APBN per Agustus 2019 Naik 32 Persen Capai Rp199,1 Triliun
Di Rapat Paripurna, DPR Soroti Defisit APBN 2020

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.