Deretan Saham Berpotensi Masuk Jajaran Indeks LQ45

UANG | 23 Januari 2020 11:09 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Jajaran saham yang masuk Indeks LQ45 selama ini menjadi buruan investor. Masuknya sejumlah saham ke jajaran LQ45 dihitung BEI merujuk pada nilai perdagangan harian rata-rata 1 tahun dan kapitalisasi pasar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) juga secara rutin meninjau beberapa saham di jajaran LQ45. Ada yang terdepak, ada yang bertahan. Biasanya, penghapusan dari daftar LQ45 karena likuiditas perdagangan yang semakin menipis atau kinerja perusahaan kurang baik.

Trimegah Sekuritas dalam riset terbaru menyebut, saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) layak masuk ke dalam jajaran indeks LQ45. Selain LPKR ada juga TOWR, TBIG, MDKA, ACES, LPKR, TCPI.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, saham LQ45 memang masuk saham pilihan investor. Indeks LQ45 akan menghitung indeks rata-rata dari 45 saham yang memenuhi kapitalisasi pasar terbesar dan nilai likuiditasnya yang tinggi. Lanjar menyebut, saham Lippo Karawaci (LPKR) memang layak masuk ke LQ45 karena dari sisi fundamental dan aset perusahaan sangat kuat, dibanding dengan saham-saham properti lain. Kinerja bisnis juga solid.

"Secara fundamental LPKR memang menarik, cukup layak masuk ke LQ45. Harga saat ini berada di P/Sales ratio 0.61x dan memiliki free float 52,95 persen. Sehingga cukup murah dan likuid," ujar Lancar.

Menurut data BEI, Lippo Karawaci mempunyai total aset USD 4 miliar per September 2019 dan kapitalisasi pasar USD 1,2 miliar per 31 Oktober 2019. Selain mengembangkan enam proyek properti yang sedang berjalan, perseroan mengelola 51 mal dengan gross floor area 3,4 juta m2, serta jaringan 36 RS yang difasilitasi 3.666 unit tempat tidur.

Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (landbank) yang terdiversifikasi dengan izin pengembangan lebih dari 8.000 ha. Lahan seluas 1.461 ha yang tersebar di Indonesia menyediakan keperluan pengembangan di kemudian hari untuk jangka waktu lebih dari 15 tahun.

Dengan fundamental yang kuat, Lanjar optimis bahwa bisnis LPKR ke depan akan tetap cerah. Sektor properti akan tetap tumbuh, didukung kebijakan pemerintah juga kebijakan suku bunga yang relatif rendah. Lanjar menilai, dalam jangka panjang ekonomi Indonesia juga akan terus tumbuh. Sejumlah sektor akan terdorong, salah satunya properti. Belum lagi proyek infrastruktur tetap berlanjut. Ini memberi sentimen positif.

"Secara bisnis, cukup cerah untuk perusahaan property, termasuk LPKR, dilihat dari suku bunga yang rendah," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Catatkan Penjualan Rp1,85 Triliun

Di tahun 2019 lalu, LPKR berhasil melakukan penjualan sebanyak Rp1,85 triliun. Realisasi penjualan tersebut lebih besar 23 persen dari target penjualan yang dicanangkan yaitu sebesar Rp1,5 triliun.

Penjualan LPKR di kuartal empat sebesar Rp707 miliar naik sebesar 132,6 persen dari penjualan di kuartal kedua sebesar Rp304 miliar. Hal ini mencerminkan momentum bisnis LPKR yang makin menguat dan juga overall demand pembeli yang juga makin kuat.

CEO Lippo Karawaci, John Riady, menjelaskan bahwa strategi bisnis yang jitu dikombinasikan dengan terus menguatnya permintaan di sektor properti memberikan sinyal positif bagi kinerja perusahaan di tahun 2020. LPKR optimis bahwa permintaan sektor properti akan tetap kuat di tahun 2020.

LPKR juga terus mengalami peningkatan penjualan yang didorong oleh penjualan inventaris dan percepatan proses konstruksi berbagai properti baru yang sedang dibangun. Diketahui, LPKR saat ini mengerjakan sejumlah proyek properti di daerah. Proyek tersebut diminati oleh pasar dan ditargetkan selesai tepat waktu untuk kemudian diserahkan ke konsumen.

Sesuai rencana, Lippo Karawaci akan meluncurkan sejumlah landed residential product di Karawaci guna mengejar target marketing sales tahun depan. Di sisi lain, perseroan juga melanjutkan proyek-proyek yang tengah berjalan, seperti Holland Village, Millennium Village, Embarcadero, Lippo Office Thamrin, dan Holland Village Manado. (mdk/idr)

Baca juga:
Saham Garuda Indonesia Anjlok Usai Pengumuman Direksi dan Komisaris yang Baru
Ombudsman Sebut Bursa Efek Indonesia Kumuh seperti Pasar Kramat Jati
Obligasi Bunga 8,1 Persen Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 4,5 Kali
BPJamsostek Pastikan Tak Investasi di Saham Gorengan
OJK akan Wajibkan Asuransi dkk Lapor Investasi Saham dan Reksadananya Tiap Bulan
IHSG Ditutup Menguat di Level 6.296

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.