Desember 2019, Bos BKPM Janjikan Layanan Online Single Submission Prima

UANG | 18 Juni 2019 13:04 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong Lembong, memastikan pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) akan segera beroperasi penuh. Dia mengatakan proses persiapan OSS selesai dalam waktu enam bulan ke depan.

"Saya kira estimasi saya dalam 6 bulan ini OSS akan cukup beres," kata dia, saat ditemui, di Kantornya, Jakarta, Selasa (18/6).

Dia mengakui bahwa proses membangun dan membuat OSS beroperasi penuh tidak mudah dan membutuhkan waktu. Sejauh ini pihaknya mendapatkan cukup banyak dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya sokongan dana dari Kemenkeu.

"Jadi memang saya akui di awal-awal OSS sangat berantakan. Tapi tentunya perubahan drastis dan skala nasional seperti itu akan butuh waktu. Tapi alhamdulillah dengan tambahan anggaran dari Kementerian Keuangan, meski perlu tambahan lagi sebetulnya," jelas Lembong.

Dengan demikian, lanjut Lembong, peran OSS untuk mempermudah investasi dan mendukung iklim usaha dapat berjalan dengan baik.

"Kemudian banyak perhatian dari Presiden sendiri mengecek langsung ke lapangan, mengecek langsung daerah, dan langsung investor saya berani prediksi dalam 6 bulan Online Single Submission stabil, itu tidak lagi jadi alasan orang akan menyalahkan OSS sebagai penghambat investasi. Dalam 6 bulan akan tuntas," tegas dia.

Baca juga:
Pemerintah Ungkap Pentingnya Peran Data Dalam Mendukung Kebijakan Prioritas
Strategi BKPM Atasi Keluhan Daerah Terkait Online Single Submission
Gaet Asing, Aplikasi Online Single Submission Akan Dilengkapi Bahasa Inggris
BKPM Luncurkan Kopi Mantap Lengkapi Layanan Online Single Submission
Pekan Depan, 560 BKPM Daerah Berkumpul Bahas Perkembangan Online Single Submission
Bos OJK Temui Menko Darmin Bahas Sinkronisasi Kebijakan Online Single Submission
Tak Siapnya Pengoperasian Sistem OSS Buat Investor Asing Enggan Masuk ke Indonesia

(mdk/bim)