Dewan Pengupahan Unsur Buruh Bantah Usulkan UMP Tak Naik di 2021

Dewan Pengupahan Unsur Buruh Bantah Usulkan UMP Tak Naik di 2021
UANG | 30 Oktober 2020 11:34 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Dewan Pengupahan Nasional dari unsur serikat pekerja dan buruh menegaskan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi terkait tidak naiknya Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk 2021.

"Tidak pernah ada persetujuan di rapat pleno terkait dengan tidak naiknya UMP 2021," ujar Anggota dewan pengupahan nasional dari unsur serikat pekerja dan buruh, Mirah Sumirat dalam video konferensi, Jumat (30/10/2020).

Adapun rapat pleno tersebut digelar pada 15-17 Oktober lalu yang berlokasi di Hotel Harris Suites Puri Mansion, Jakarta. Dalam rapat itu, Mirah menjelaskan ada dua pendapat yang berasal dari pengusaha dan buruh.

Merujuk pada berita acara rapat, serikat pekerja dan buruh memandang, penetapan UMP/UMK/UMSP/UMSK tahun 2021 diserahkan kepada dewan pengupahan daerah masing-masing.

Sementara Apindo menyatakan, berdasarkan kondisi pandemi covid-19, maka penetapan upah minimum provinsi dan kabupaten/kota tahun 2021 disamakan dengan tahun 2020.

"Jadi kalau ada pernyataan bahwasannya ini sudah direkomendasikan dewan pengupahan nasional terkait tidak naiknya UMP 2021, itu bohong. Mengada-ada,” kata Mirah.

Sementara, Mirah, yang juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK) mengatakan unsur dari pemerintah yang hadir dalam rapat tersebut tidak memberikan pendapat apapun. "Pemerintah di sana diam saja," kata dia.

Baca Selanjutnya: Buruh Kecewa...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami