DFW: ABK Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Ikan Asing Bertambah

DFW: ABK Jadi Korban Kerja Paksa di Kapal Ikan Asing Bertambah
UANG | 8 Juni 2020 10:01 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia kembali melaporkan kasus kerja paksa dan perdagangan orang yang dilakukan kapal ikan asing. Fisher Center Bitung melaporkan 2 orang awak kapal Indonesia melompat dari kapal ikan bernama Lu Qian Yua Yu 901.

Dua awak kapal atas nama Reynalfi dan Andri Juniansyah ini mengaku sengaja melompat dari atas kapal saat melintasi Selat Malaka. Sebab, keduanya tak tahan dengan perlakuan dari kapten kapal dan sesama awak kapal berbendera China tersebut.

"Mereka melompat karena tidak tahan dengan perlakuan dan kondisi kerja di atas kapal yang sering mendapatkan intimidasi, kekerasan fisik dari kapten dan sesama ABK asal China," tutur Koordinator Nasional DFW-Indonesia, Abdi Suhufan dalam siaran persnya, Jakarta, (8/6).

Setelah melompat dari atas kapal, keduanya mengapung di laut selama 7 jam. Mereka akhirnya ditemukan dan mendapat pertolongan dari nelayan Tanjung Balai Karimun.

Dugaan kerja paksa mengemuka setelah ditemukan adanya praktik tipu daya. Lalu, gaji yang tidak dibayar, kondisi kerja yang tidak layak, ancaman dan intimidasi yang dirasakan Andri Juniansyah dan Reynalfi.

Staf pengelola Fisher Centre Bitung, Laode Hardiani mengatakan, korban Andri Juniansyah sebelumnya direkrut oleh PT Duta Putra Group lewat agen/sponsor penyalur bernama SYF. Andry dijanjikan akan dipekerjakan pada salah satu perusahaan di Korea dengan gaji Rp 25 juta/bulan.

Sebelum bekerja Andry dan Reynalfi harus membayar sejumlah atau 'ngecash' kepada SFY. "Mereka membayar masing masing sebesar Rp 40 Juta dan Rp 45 Juta," kata Laode Hardiani.

Keduanya diduga merupakan korban sindikasi perdagangan orang. Praktik ini diduga melibatkan manning agent ilegal di dalam negeri dan jejaring internasional.

Baca Selanjutnya: Diduga Ditipu...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami