Di 2020, Menko Luhut Fokus Selesaikan Batas Wilayah Maritim

UANG | 25 Juni 2019 17:50 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membeberkan beberapa fokus kinerja lingkungan kementeriannya di 2020. Salah satunya yakni mengenai pembatasan kawasan atau teritorial laut.

Menko Luhut mengatakan, sebagai negara maritim atau negara yang mempunyai wilayah kekuasaan laut yang luas, perlu adanya batasan jelas untuk daerah perairan. Sehingga, tidak mudah diutak-atik oleh negara lain.

"Banyak sekali PR-PR yang selama ini mungkin tidak kita lihat, setelah kita buka ternyata harus segera kita selesaikan. Masalah laut ini memang belum pernah kita tangani secara serius. Seperti masalah-masalah batas maritim ini, saya kira sangat penting," tegas Menko Luhut di ruang Sidang Badan Anggaran DPR RI, Jakarta, Selasa (25/6).

Di samping itu, Menko Luhut juga mengusahakan agar tahun depan kepulauan yang ada di Indonesia juga sudah diverifikasi dan memiliki nama. "Kami usahakan supaya pada akhir tahun 2019, 17.509 pulau di Indonesia sudah diberi nama," imbuhnya

Sebelumnya dalam rapat Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) Kementerian Koordinator (Kemenko) dalam APBN Tahun 2020, Menko Luhut mengusulkan anggaran untuk di lingkungan kementeriannya sebesar Rp 344,54 miliar.

"Kebijakan anggaran Kemenko Maritim 2020 untuk kegiatan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian," ujar Luhut.

Baca juga:
Ogah Silang Pendapat, Luhut Enggan Komentari Anies Baswedan Soal Reklamasi
Menko Luhut: Bukan Indonesia Saja yang Pulangkan 5 Kontainer Sampah ke AS
Menko Luhut soal Penurunan Harga Tiket Pesawat: Kita Jaga Maskapai agar Tak Bangkrut
Menko Luhut Utus Tim, Telisik Abrasi di Wilayah Kepulauan Riau
Pemerintah Sebut Butuh Kesiapan Wujudkan Program B100
RI-Belanda Luncurkan Program Penelitian dan Percontohan Intersepsi Sampah Plastik

(mdk/azz)