Di April 2020, IHSG Diprediksi Melemah ke 3.800 dan Nilai Tukar Rp16.500 per USD

Di April 2020, IHSG Diprediksi Melemah ke 3.800 dan Nilai Tukar Rp16.500 per USD
UANG | 20 Maret 2020 12:14 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Nilai tukar mata uang Garuda terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus mengalami tekanan. Pagi ini Rupiah dibuka melemah menjadi Rp15.963 per USD. Bersamaan dengan pelemahan nilai tukar, IHSG juga turut terperosok ke 3.933.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, memprediksi nilai tukar Rupiah bisa merosot ke Rp16.500 per USD. Sementara itu, IHSG bisa menyentuh level 3.800. Kondisi tersebut diprediksi akan terjadi April mendatang.

"April IHSG kemungkinan menyentuh level terendahnya di 3.800, Rupiah di Rp 16.500 per USD," ujar Ibrahim di Jakarta, Jumat (20/3).

Selain nilai tukar dan IHSG, harga minyak mentah dan emas internasional juga turut melemah. Masing-masing berada pada angka USD 18 per barel untuk minyak dan USD 1429 per troyounce untuk emas internasional.

1 dari 1 halaman

Kebijakan Bank Sentral Dunia Tak Bermanfaat Signifikan

sentral dunia tak bermanfaat signifikan

Sejumlah kebijakan bank sentral dunia diyakini tidak akan mampu menghambat pelemahan ekonomi yang terus terjadi. Sebab, pasar kini lebih memperhatikan upaya penanganan pendemi Virus Corona segera mereda.

"Stimulus yang dilakukan oleh bank sentral global semua serba dadakan. Ini mengindikasikan bank sentral terjadi kepanikan yang luar biasa," paparnya.

(mdk/bim)

Baca juga:
DPRD DKI Minta Anies Segera Lakukan Operasi Pasar
Kemenhub Soal Dampak Virus Corona: Penumpang Angkutan Umum Turun 70 Persen
PKS Minta Duit Bailout Rp 15 Triliun Jiwasraya Dialihkan Untuk Lawan Corona
Kenapa Tes Corona dari Negatif Bisa Berubah Jadi Positif?
Salat Jumat di Solo Ditiadakan Hingga Pekan Depan
Tito Nilai Sikap Terbuka Bima Arya Bisa Membuat Warga Paham Social Distancing
Ada Virus Corona, Jokowi Minta APBN Ubah Fokus ke Kesehatan Hingga Insentif UKM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami