Di CFO Club, Menteri Bambang Ingatkan Waktu RI Jadi Negara Maju Cuma 20 Tahun

UANG | 23 Juli 2019 20:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan kesempatan Indonesia untuk menjadi negara maju hanya miliki jangka waktu 20 tahun. Jika gagal, Indonesia akan terjebak di negara kelas menengah.

Hal ini disampaikan Menteri Bambang saat acara peresmian berdirinya CFO Club Indonesia. Menteri Bambang menyebut Indonesia bisa memiliki hampir 320 juta penduduk. Maka para pelaku ekonomi pun diminta mengoptimalkan bonus demografi yang ada sebelum populasi makin tua di 2040.

"Tepatnya 2040 kita masuk aging population. Semua menjadi negara maju ketika ada bonus populasi. Jadi kita harus maju sebelum aging population," ujar Menteri Bambang di Jakarta, Selasa (23/7).

Maka dari itu, Menteri Bambang menekankan peluang menjadi negara maju terbatas, yakni 20 tahun saja yakni pada 2020-2040. "Bila gagal masuk high income country, kita mungkin selamanya tak akan jadi negara maju, tetapi menengah," tegas Menteri Bambang.

Dia pun meminta agar pertumbuhan ekonomi disiapkan dan dijaga konsistensinya, bila tak ingin merasakan konsekuensi negatif. Sudah banyak negara yang gagal mengambil peluang bonus demografi.

Begitu selesai memberi pidato, Menteri Bambang meresmikan CFO Club Indonesia bersama Menteri Airlangga yang ditandai pemukulan alat musik tradisional.

Sebagai informasi, perkumpulan CFO ini bertujuan agar para Chief Financial Officer bisa saling berjejaring dan bertukar informasi, membantu pengembangan satu sama lain, dan menghubungkan para CFO ke regulator dan badan pemerintah.

"Kita akan boost talent finance Indonesia, (agar) bisa menjadi senior, bukan hanya memimpin di Indonesia, tapi luar negeri. Kita juga menjadi perwakilan finance community," Presiden CFO Club Indonesia Dasrul Chaniago dalam pembukaannya.

Acara Gala Dinner and Grand Launching CFO Club Indonesia memiliki tema Professional Excellence in Transforming Indonesia mengundang berbagai sosok dari dalam dan luar negeri. Turut hadir di acara ini adalah Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida, Direktur Keuangan BPJS-TK Evi Afiatin, dan Dirut PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Ashkara.

Reporter: Tommy Kurnia Rony

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Bos Bappenas: Ekonomi Digital Bakal Jadi Motor Utama Penggerak Pertumbuhan di 2045
Startup Unicorn Tarik Investasi Asing ke Indonesia
Ternyata Kualitas Tenaga Kerja Sarjana Indonesia Setara Lulusan SMA di Denmark
Ekonomi Indonesia Terus Merosot, Ada Masalah Apa?
Menperin: Vietnam Melihat Indonesia sebagai Ancaman
Buka IDF 2019, JK Harap Indonesia Tak Hanya Jadi Konsumen Digital
Pemerintah Incar Devisa USD 28 Miliar Dari Sektor Pariwisata di 2024

(mdk/bim)