Di Depan Investor Eropa, Bahlil Tegaskan Indonesia Tak Ingin Lagi Ekspor Bahan Baku

Di Depan Investor Eropa, Bahlil Tegaskan Indonesia Tak Ingin Lagi Ekspor Bahan Baku
Rapat Kerja Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Komisi VI. ©2021 Liputan6.com/Tira Santia
EKONOMI | 21 September 2021 20:37 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menegaskan di depan para investor Eropa, Indonesia tengah mendorong hilirisasi industri lewat investasi. Indonesia tak ingin lagi menjadi pengekspor bahan baku.

"Indonesia hari ini masuk pada fase di mana dalam investasi mulai terjadi pergeseran. Dulunya kami ekspor bahan baku, sekarang kami mulai mendorong hilirisasi industri," katanya seperti dikutip dari Antara dalam Investment Dialogue on the "Post Pandemic Economic Recovery: Attracting Investment through Structural Reform" yang digelar daring oleh Eurocham dan Kementerian Investasi/BKPM dan dipantau dari Jakarta, Selasa (21/9).

Menteri Bahlil menuturkan Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya dengan potensi 17.000 pulau dan 270 juta penduduk. Sebanyak 43 persen populasi Asia Tenggara juga berada di Indonesia.

Kendati demikian, pemerintah kini tak ingin membangun Indonesia dengan pola-pola lama. Pemerintah kini tengah mendorong hilirisasi seluruh sumber daya alam yang dimiliki, termasuk dengan pengembangan industri baterai kendaraan listrik dan kendaraan listriknya.

Hal itu pun sejalan dengan tren global untuk meninggalkan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. "Indonesia tengah mencanangkan untuk membangun hilirisasi industri nikel ke arah baterai (listrik) terintegrasi," katanya.

Baca Selanjutnya: Terima Investasi Korsel...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami