Di IMF-World Bank, Swiss beri angin segar tak lagi larang sawit Indonesia

UANG | 12 Oktober 2018 16:17 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menggelar pertemuan bilateral dengan Federal Councilor/Menteri Ekonomi Swiss Johann N Schneider Ammann pada hari ini di rangkaian acara IMF-World Bank Annual Meetings 2018.

Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak telah sepakat bahwa pembahasan Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Agreement akan selesai tahun ini.

"Kami menyepakati perjanjian ini yang EFTA, selesai tahun ini," kata dia, saat ditemui, di Bali International Convention Center (BICC), Jumat (12/10).

Selama ini, terdapat beberapa hal sensitif yang menjadi hambatan bagi terlaksananya perjanjian tersebut. Sejauh ini, posisi kedua pihak adalah saling menahan, di mana RI menahan ikan salmon dari Norwegia, dan negara anggota EFTA menahan sawit.

"Tapi, dia juga bisa paham, hal yang paling sensitif buat kita adalah mengenai palm oil. Sesudah itu, 23 November, minimal ada announcement mengenai perjanjian ini di Jeneva, karena semua menteri, semua EFTA, dari empat negara itu ada meeting di sana. Saya diundang untuk menyampaikan itu," jelas dia.

Pemerintah Swiss, sendiri telah memberi singal positif untuk tidak lagi melarang minyak sawit Indonesia. "Dari sisi pemerintah, dari menterinya, mereka sudah bisa memahami betul. Tapi, politik dalam negeri, tekanan dari partai oposisi dan dari parlemen untuk itu agak berat," ujar dia.

"Mereka kemarin sudah ada semacam referendum, yang intinya adalah memberikan kelonggaran atau menyetujui apa yang pemerintah Swiss sampaikan bahwa sawit bukan sesuatu yang diblok lagi. Itu yang positif," imbuhnya.

Enggar menambahkan untuk melancarkan proses perjanjian tersebut Kementerian Perdagangan akan kembali bertemu dengan perwakilan EFTA untuk membahas finalisasi perjanjian tersebut.

"Tadi mengharapkan betul di akhir bulan ini, 29-30 Oktober, tim negosiasi dari 4 negara itu akan ke Bali untuk memfinalkan. Kalau ada persoalan yang krusial, maka saya akan lakukan teleconference dengan beliau untuk menyelesaikan pada tingkat menteri untuk keputusan politiknya," tandasnya.

Baca juga:
Bank Dunia target hapus kemiskinan ekstrem pada 2030, ini strateginya
600 Paket wisata Bali ludes terjual dalam satu hari di IMF-World Bank
Mendag Enggar soal pidato 'Game of Thrones' Jokowi: Sederhana, mengena, dan tajam
Erick puji pidato Jokowi: Presiden tunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dunia
Jokowi buka rapat pleno pertemuan tahunan IMF - WB 2018
Bertemu PM Vietnam, Jokowi bahas pencurian ikan hingga perluasan produk ekspor RI

(mdk/idr)