Di KTT G-20 Jepang, Jokowi Akan Bahas Investasi hingga Ketenagakerjaan

UANG | 19 Juni 2019 14:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan membahas permasalahan ekonomi dan keuangan global, terutama yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi dalam pertemuan KTT G-20 di Jepang pada 28-29 Juni 2019.

"Kita ingin mengangkat membicarakan yang pertama mengenai Persoalan ekonomi dan keuangan global, terutama yang berkaitan dengan perdagangan dan investasi," kata Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (19/6).

Hal lain yang akan dibahas Jokowi yaitu, tentang langkah-langkah inovasi terkait pengembangan ekonomi digital dan artifical intelligence. Mantan Gubernur DKI Jakarta mengaku juga akan mengangkat isu ketenagakerjaan hingga pemberdayaan perempuan di dunia.

"Ketiga, perlu diangkat mengenai penanganan kesenjangan kualitas infrastruktur, ketenagakerjaan dan pemberdayaan perempuan di dunia," jelas dia.

Dalam ratas kali ini, hadir sejumlah menteri kabinet kerja antara lain, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Mensesneg Pratikno.

Ada pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri ESDM Ignatius Jonan, hingga Menkominfo Rudiantara.

Sebagai informasi, Selain Jokowi, sejumlah pemimpin negara yang masuk dalam anggota G-20 seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump direncanakan hadir.

Reporter: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
AS-China Kembali Berencana Gelar Pertemuan, Perang Dagang Bakal Mereda?
Donald Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Presiden China Tak Menemuinya di G20
Penarikan Pajak dari Google dan Facebook Temui Titik Terang
Sri Mulyani: Tantangan Perpajakan Indonesia di Era Digital Masih Sangat Besar
Menteri Jepang Temui Mendag Enggar Bahas Persiapan Pertemuan G-20
2045, Jokowi Sebut Ekonomi Indonesia Jadi Terkuat Ke-4 di Dunia

(mdk/azz)