Di Pertemuan G20, Sri Mulyani Ingatkan Transparansi Pajak

Di Pertemuan G20, Sri Mulyani Ingatkan Transparansi Pajak
Menkeu Sri Mulyani. ©Foto Humas Kemenko Perekonomian
UANG | 23 Februari 2020 15:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi salah satu panelis pada acara G20 Symposium on Tax Transparency yang diselenggarakan oleh Arab Saudi sebagai Presidensi G20 tahun 2020.

Dalam kesempatan itu, dirinya menyebutkan era digital telah memberikan tantangan baru di sektor perpajakan internasional. Di mana perusahaan bisa memperoleh penghasilan tanpa harus menempatkan perusahaannya di negara tersebut.

"Transaksi antar negara (juga) sangat mudah dilakukan tanpa sekat dan batasan negara," kata dia dikutip dari laman Facebook nya, Minggu (23/2).

Dia menjelaskan sejak negara-negara G20 mendeklarasikan diakhirinya kerahasiaan bank untuk tujuan perpajakan pada tahun 2009, telah terdapat capaian yang signifikan, antara lain melalui Automatic Exchange of Information (AeOI) terdapat 94 negara yang telah memulai pertukaran informasi secara otomatis, lebih dari 6.100 perjanjian pertukaran informasi bilateral telah disepakati, dan metode pengumpulan pajak menjadi lebih efisien.

Sejak 2018, Indonesia telah menerima lebih dari 1,6 juta informasi mengenai financial account dari berbagai negara dengan nilai lebih dari 246,6 miliar Euro. Ke depan upaya penghindaran dan pengurangan pajak akan semakin dapat dicegah.

"Agar global tax transparency dapat dilaksanakan dengan baik, saya menyampaikan pendapat dalam simposium tersebut bahwa harus ada same level playing field bagi semua negara. Semua negara harus dalam posisi yang sama, tidak boleh ada lagi negara tax haven atau low tax jurisdiction. Memiliki standar dan peraturan yang sama mengenai pertukaran informasi pajak," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Menurutnya setiap negara juga harus...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami